Waspadai Sogok Menyogok saat PPDB, Tim Saber Pungli Kota Tangerang Siap Menindak

Palapanews.com Untuk mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024/2025 di wilayah Kota Tangerang, Inspektorat bersama Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi terhadap pengawas dan kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Tangerang.

Sosialisasi yang berlokasi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang ini bertemakan “Sapu Bersih Pengutan Liar Jelang PPDB” yang juga menghadirkan perwakilan dari Polres Metro Tangerang Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang sebagai narasumber, Jumat,31 Mei 2024.

Kepala Inspektorat Kota Tangerang, Dadi Budaeri menyampaikan, sosialisasi ini dilakukan dalam rangka untuk mencegah terjadinya pungutan liar saat PPDB, walaupun Kota Tangerang menjadi daerah percontohan dari KPK dalam penerimaan siswa baru.

“Walaupun menjadi contoh karena terbaik dalam penerimaan siswa baru, tapi pencegahan harus tetap dilaksanakan agar tidak terpengaruh oleh berbagai tindakan yang berhubungan dengan pungli,” ucap Dadi Budaeri.

Dadi Budaeri menambahkan, jumlah kelulusan Sekolah Daerah (SD) mencapai 33 ribu, sedangkan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri hanya sekitar 10 ribuan. “Jika dilihat ini baru sekitar 30 persennya. Untuk itu, sosialisasi yang melibatkan aparat penegak hukum harus dilaksanakan,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin mengucapkan terimakasih kepada Inspektorat yang telah mengadakan sosialisasi tentang saber pungli menjelang PPDB. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan kepada pengawas dan kepala sekolah ini tentunya akan menambah wawasan perihal pungli.

“Mereka para pengawas dan kepala sekolah akan mengetahui tentang batasan-batasan yang harus diperhatikan jelang PPDB ini. Sehingga pelaksanaan PPDB akan berjalan dengan lancar dan terhindar dari tindakan pungutan liar,” papar Jamaluddin seraya menambahkan, untuk PPDB Sekolah Dasar Negeri dilaksanakan awal Juni ini, sedangkan SMP Negeri dimulai pada 23 Juni 2024.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berkomitmen dan berupaya untuk menyukseskan PPDB di Kota Tangerang dengan tidak memberi ruang untuk berbagai bentuk pungli di sekolah dan lingkungan pendidikan baik pada masa PPDB maupun pada saat tahun ajaran dimulai.

“Kegiatan sosialisasi ini sangatlah penting mengingat PPDB adalah sesuatu momen krusial karena menyangkut hajat hidup bagi anak-anak kita untuk melanjutkan pendidikannya dan meraih masa depannya. Jangan sampai proses krusial ini dinodai dengan tindakan-tindakan yang menjadi peluang bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab dan memanfaatkannya untuk transaksi-transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan,” pungkas Nurdin.

Untuk itu, melalui sosialisasi tersebut, kata Nurdin, para peserta diharapkan dapat lebih memahami dan mengenal berbagai bentuk tindakan pungli di lingkungan sekolah. “Kita harus paham betul apa itu pungli, bagaimana mekanismenya, bagaimana dampaknya dan apa sanksinya, sehingga kita bisa menindak tegas dan menghindarinya agar kegiatan PPDB dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya seraya menambahkan, Pemkot Tangerang berupaya meningkatkan kualitas sekolah dan sistem pendidikan di Kota Tangerang guna memperkuat upaya pemberantasan Pungli tersebut.

“Biasanya para orang tua ingin agar anaknya bersekolah di sekolah negeri karena dinilai lebih berkualitas dan juga gratis. Untuk itu, di Kota Tangerang sendiri Pemkot juga telah menggratiskan 146 sekolah swasta yang terdiri dari 73 SD dan 73 SMP. Sehingga perlu diberikan pengertian dan pemahaman bagi para orang tua, kalau sekolah negeri dan swasta di Kota Tangerang itu sama berkualitasnya,” terang Nurdin.

Nurdin juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mentolerir segala bentuk praktik pungli di lingkungan pendidikan dan segera melaporkan jika menemukan. “Jangan ragu untuk melaporkan agar bisa ditindak tegas dan diberikan efek jera untuk memutus mata rantai korupsi di manapun berada,” pungkasnya.(ydh)

Komentar Anda

comments