Kantah Tangsel Tengah Bersiap untuk Peralihan Sertifikat Elektronik

Palapanews.com- Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah meluncurkan sertifikat tanah elektronik di Istana Negara, Jakarta pada Desember akhir tahun lalu.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Penerbitan Dokumen Elektronik Dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah.

Sertifikat Elektronik diterbitkan melalui Sistem Elektronik berupa Dokumen Elektronik yang disahkan dengan Tanda Tangan Elektronik dengan pengamanan menggunakan TTE dan kepada Pemegang Hak/Nazhir cukup diberikan hak akses file Sertifikat Elektronik.

Dokumen elektronik ini dapat disimpan dalam gawai serta dicetak dengan menggunakan secure paper ataupun kertas biasa serta dilengkapi barcode yang dapat diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Masyarakat pemilik tanah pun bisa mencetak sertifikat miliknya kapan saja dan di mana saja. Keamanan juga dapat dijamin karena seluruh proses pengamanan informasi menggunakan teknologi persandian seperti kriptografi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sertifikat Elektronik dinilai memudahkan masyarakat untuk mengecek data tanah miliknya. Selain itu, luas, batas, maupun nama pemilik sertifikat tanah elektronik pun diklaim lebih aman dari manipulasi, tumpang-tindih, atau pencaplokan oleh mafia tanah.

Untuk menuju sertifikat elektronik tersebut, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi tuan rumah kegiatan Coaching Sertifikat Elektronik bersama dengan Pusdatin Kementerian ATR/BPN RI untuk wilayah Tangerang Raya dan Kabupaten Serang yang diselenggarakan di Aula Kantor Pertanahan Kota Tangsel, Selasa (14/5/2024).

Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangsel, Shinta Purwitasari mengatakan bahwa Sertifikat Elektronik akan segera diluncurkan pada akhir bulan Juni mendatang di seluruh Indonesia.

Dengan adanya coaching sertifikat ini diharapkan para pegawai mampu menerapkan tahapan agar dapat memahami dengan baik mengenai Sertifikat Elektronik.

“Saya harap kepada seluruh pegawai untuk dapat mengikuti pelatihan hingga akhir. Sehingga dapat memahami tahapan untuk persiapan peralihan Sertifikat Elektronik,” ungkap Shinta, dalam keterangan yang diterima.

Shinta menambahkan, untuk menjadi kantor pertanahan yang berbasis layanan elektronik, terutama pada layanan sertifikat elektronik, maka BPN Kota Tangsel harus menjadikan Tangsel sebagai Kota Lengkap, artinya seluruh peta dan data bidang tanah di seluruh Tangsel telah terdaftar secara sah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Inovasi Idin Yunindra Ibnu Parasu menjelaskan, bahwa tahapan sosialisasi Sertifikat Elektronik mulai dari sosialisasi internal, yaitu seluruh pegawai Kanwil/Kantah dan sosialisasi kepada PPAT, Pemerintah Daerah serta Masyarakat.

“Kami ingin memastikan teman-teman di Provinsi Banten, sudah siap melaksanakan Sertifikat Elektronik,” imbuhnya.

Lanjut, Idin, Sertifikat Elektronik diterbitkan dalam rangka alih media, pendaftaran pertama kali, pemeliharaan data pendaftaran tanah dan pencatatan perubahan data dan informasi.

Menurutnya, Kantah yang belum ditetapkan sebagai pilot project yang melaksanakan pendaftaran tanah secara elektronik, perlu melakukan persiapan dengan melakukan kegiatan validasi Pra SU-el dan Pra BT-el. Kegiatan ini dimaksud untuk mempercepat alih media dalam rangkka penerbitan sertifikat elektronik.

“Untuk Kantah yang telah ditetapkan sebagai pilot project yang melaksanakan pendaftaran tanah secara elektronik maka kegiatan validasi data dilaksanakan langsung melalui kegiatan alih media,” tambahnya. (nad)

Komentar Anda

comments