Manajemen PT TNG harus Dievaluasi, PAD untuk Kota Tangerang Jauh dari Harapan

Palapanews.com Lantaran belum mampu memberikan pemasukan secara maksimal untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang meminta agar manajemen PT Tangerang Nusantara Global (TNG) diperbaiki.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, Rabu, 28 Februari 2024.

Gatot menyampaikan, ada beberapa catatan dari rekan atau mitra kerja perusahaan plat merah milik Pemerintah Kota Tangerang (BUMD), salah satunya adalah PT TNG untuk segera memperbaiki atau mengevaluasi kinerjanya.

“Perbaikan manajemen sangat penting untuk membangkitkan PT TNG untuk dapat mengdongkrat pemasukan untuk PAD Kota Tangerang,” kata Gatot Wibowo.

Diketahui, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang juga telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan PT Tangerang Nusantara Global, dimana dalam aturan tersebut yakni penetapan dan pembagian laba bersih diatur dalam Anggaran Dasar dan ditetapkan dalam RUPS. Dan, Deviden yang menjadi bagian Pemerintah Daerah seluruhnya disetor ke Kas Daerah.

“Apabila tidak ada pemasukan untuk PAD Kota Tangerang maka sebaiknya perusahaan tersebut dibubarkan saja,” kata Direktur Lembaga Kebijakan Publik, Ibnu Jandi.

PT Tangerang Nusantara Global memperoleh Penyertaan Modal dari Pemerintah Kota Tangerang sebesar Rp 20.000.000.000, serta Penyertaan Modal dalam bentuk barang terdiri dari 20 unit kendaraan bus sedang senilai Rp 12.603 .588.932. Serta 80 unit jenis kendaraan kecil dengan nilai Rp 14.771.725.551.

“Untuk pemberian barang jenis kendaraan ini apakah sudah memenuhi prosedur yang berlaku. Dan, dinas mana yang melakukan pengadaan kendaraan tersebut yang kemudian diserahkan ke PT TNG,”  ucapnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Tangerang Nusantara Global yang juga menjabat sebagai Komisari, Tatang Sutisna ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat tentang pemasukan PAD dari PT Tangerang Nusantara Global, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.(ydh)

Komentar Anda

comments