Pemkot Tangsel Fokus Turunkan Angka Stunting hingga 7 Persen, Begini Caranya

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) fokus menurunkan angka stunting hingga mencapai 7 persen. Sebelumnya, Pemerintah Kota sukses menurunkan angka stunting dari 19,9 persen menjadi 9 persen.

“Kita harapkan tahun 2023 ini walaupun ini belum keluar nih rilisnya dari Kementerian Kesehatan ya, saya harap 7 persenan gitu, turun segitupun itu pekerjaan yang tidak ringan. Mudah-mudahan seperti itu,” kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam keterangan yang diterima, Kamis (25/1/2024).

Fokus penurunan tersebut juga lewat peran strategis para remaja lewat program Doremifasolasido (Duta Remaja Anti Anemia, Fahami Sobat Langkah Awal Sehat Dari Diri Sendiri). Intinya adalah membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk meningkatkan gizi, menjaga gizi dan memperbaiki gizi.

“Mereka bekerja untuk mensosialisasikan stunting, pil tambah darah, olahraga, makanan seimbang bagi teman sebaya. Sasarannya adalah memang anak remaja, karena anemia banyak terkena bagi remaja,” katanya.

Tak hanya itu, Benyamin menyoroti bahwa makanan bergizi juga merupakan bagian integral dari strategi pencegahan stunting. Ia berharap Duta Remaja dapat memberi motivasi kepada remaja putri untuk mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari rutinitas mereka.

“Makanan yang tentunya bergizi, bukan sekedar makan kenyang tapi bergizi. Karena nanti mereka mendapatkan penjelasan dari ahli gizi kita,” pungkasnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar. Menurutnya, Pemkot Tangsel terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai cara, seperti kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh komponen.

“Dalam upaya menurunkan angka stunting saat ini Tangsel tidak hanya menurunkan, tetapi bagaimana mencegah tidak ada kasus baru stunting di Tangerang Selatan,” ucapnya. (red)