“Kasus Hantu Panggung” Buku ke-6 Seri Novel Creepy Case Telah Hadir

Palapanews.com – Seri Novel Creepy Case Club menerbitkan buku keenam yang berjudul “Kasus Hantu Panggung”, setelah mendapat sambutan hangat untuk lima buku sebelumnya. Selain itu, buku pertama di seri ini, Kasus Nyanyian Berhantu, baru saja dicetak ulang untuk ketiga kalinya.

Creepy Case Club adalah seri novel misteri untuk anak-anak dan pra-remaja, dikenal dengan kategori middle grade, yang juga diminati pembaca dewasa yang rindu akan bacaan masa kecil, atau orangtua yang mencarikan buku bacaan untuk anak-anaknya. Penulis Rizal Iwan sendiri menulis seri buku ini sebagai jawaban atas kerinduannya akan buku-buku yang dibacanya di masa kecil, seperti seri Lima Sekawan (Enid Blyton) dan Goosebumps (R.L. Stine).

Creepy Case Club bercerita tentang Namira, Vedi, dan Jani—tiga siswa SD dengan kepribadian berbeda—yang menyelidiki kasus-kasus misterius di sekitar mereka. Seperti halnya seri Goosebumps, kasus-kasus yang dihadapi oleh kelompok detektif Creepy Case Club berhubungan dengan hantu atau dunia supernatural, namun dengan sentuhan Indonesia yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti lagu anak-anak, permainan tradisional, takhayul, isu lingkungan, hingga legenda urban tentang hantu di dunia virtual.

Buku ke-6 sendiri, Kasus Hantu Panggung, bercerita tentang kemunculan sosok penari misterius di acara perpisahan sekolah. Penyelidikan Creepy Case Club kali ini dilatari mitos-mitos dalam dunia seni pertunjukan. Keunikan Creepy Case Club terletak pada kombinasi hal-hal mistis yang menggelitik keasyikan membaca, dengan cara berpikir logis anak-anak masa kini dalam memecahkan kasus mereka.

Kisah-kisahnya mempertanyakan kembali persepsi kita tentang horor, rasa takut, serta hitam putihnya kebaikan dan kejahatan. Selain itu, buku-buku ini juga membahas tentang persahabatan, kehidupan khas anak-anak, tantangan masa tumbuh, serta problema yang mereka hadapi dengan orang-orang dewasa di sekitar mereka. Perpaduan petualangan seru dan cerita mengharukan inilah yang membuat Creepy Case Club disukai pembaca semua umur, dari anak-anak hingga dewasa.

“Saya menulis cerita horor anak bukan untuk menakut-nakuti, tapi menawarkan pertanyaan dan persepsi lain tentang rasa takut kita. Bagaimana kita bisa tetap kritis menghadapi hal di luar logika,” kata Rizal.

Menurut Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga, buku horor dan misteri mempunyai manfaat tersendiri bagi pembaca muda.

“Cerita-cerita horor dan misteri—tentunya dalam batas yang sesuai untuk anak— memancing rasa ingin tahu anak, sehingga mereka akan lebih tekun untuk membaca. Bahkan, mereka bisa terdorong untuk membaca ulang dan menemukan angle lain dari cerita tersebut. Akhirnya, kemampuan anak untuk membaca dengan lebih detail akan terbangun,” jelas Anna, dalam acara Ruang Tamu KPG di kanal YouTube Penerbit KPG (tautan terlampir).

Seri buku Creepy Case Club diterbitkan oleh Penerbit Kiddo—lini buku anak-anak dari penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)—dan tersedia di toko buku seluruh Indonesia, juga di toko-toko buku online.

Tiga dari lima buku Creepy Case Club yang sudah terbit menjadi nomine Best Children’s Book di ajang penghargaan Scarlet Pen Awards (2020-2023). Saat ini, seri buku Creepy Case Club juga sudah dibeli haknya untuk difilmkan, dan sedang dalam tahap awal pengembangan.

Selain itu, jangan lewatkan juga kesempatan untuk bergabung dalam sesi seru Instagram Live BiBiT (Bincang Buku Sebelum Terbit). Kami mengundang Anda untuk hadir dan menemani kami dalam program bincang buku-buku baru KPG yang akan segera terbit.

Tentang Penulis
Rizal Iwan adalah penulis lepas yang tinggal di Jakarta. Selain seri buku Creepy Case Club, karya fiksinya pernah dimuat di harian The Jakarta Post, Magdalene, Suara Pembaruan, serta beberapa buku antologi bersama penulis lain. Selain menulis, ia aktif di teater sebagai aktor dan penulis naskah. Naskah lakonnya yang berjudul “Pindah” memenangkan Rawayan Award sebagai Naskah Potensial dalam Sayembara Naskah Teater Dewan Kesenian Jakarta 2022. (rls/bd)

Komentar Anda

comments