Apartemen Skandinavia Jadi Pilihan Tepat Investasi saat Ekonomi Mulai Bangkit

Palapanews.com- Hunian vertikal terus diminati semua kalangan untuk berinvestasi. Terlebih, saat ini pertumbuhan yang kuat juga didukung oleh naiknya inflasi yang tercatat sebesar 0,95 persen (month to month/mtm) dan 3,47 persen (year on year/yoy) pada April 2022, ada kenaikan inflasi jika dibandingkan pada tahun 2021 yang tercatat 2,5%.

Angka tersebut masih dalam rentang target 3±1% (yoy) di tengah kenaikan harga komoditas pangan dan energi dan kenaikan inflasi di beberapa negara.

GM Marketing Skandinavia, Hene Putro mengatakan, berinvestasi properti fisik cenderung diuntungkan dari inflasi yang terus naik jika dilihat dari segi resiko.

“Resiko investasi properti seperti tidak mudahnya menjual dalam waktu singkat meskipun harga properti yang terus naik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memperhatikan beberapa faktor secara detail sebelum memilih property,” ungkap Hene Putro dalam Open House di Marketing Galery Apartemen Skandinavia yang berlokasi di kawasan Tangcity Superblock, Minggu (12/6/2022).

Faktor seperti lokasi yang strategis dekat dengan pusat aktivitas, seperti tempat belanja (mall), hotel, perkantoran, sekolah, akan sangat memudahkan harga untuk naik atau properti menjadi sangat mudah untuk disewakan.

Akses fasilitas, dekat dengan fasilitas umum dan sosial, seperti pelayanan publik, Rumah Sakit, tempat ibadah, pasar, serta akses transportasi juga menjadi faktor yang sangat penting.

“Melihat beberapa faktor tersebut, keberadaan Apartemen Skandinavia menjawab semua ke khawatiran masyarakat yang ingin berinvestasi,” ujarnya.

Pasalnya selain lokasi Apartemen Skandinavia yang strategis, pengembang juga selalu meng-upgrade fasilitas-fasilitas di sekitar apartemen untuk mendukung kebutuhan gaya hidup para penghuninya.

“Apartemen Skandinavia juga memikirkan masa depan property serta future development di kawasan tersebut supaya harga dari kawasan dan property tersebut dapat naik. Legalitas, izin, surat, status kepemilikan, pajak. Supaya tidak terjadi masalah atau sengketa di masa depan,” tutupnya. (nad)

Komentar Anda

comments