Jaga Stabilitas Harga dan Keamanan Pangan, DKP Kota Tangerang Gelar Pengawasan di Pasar

oleh -
banner 300250

Palapanews.com- Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang telah melaksanakan Kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu setiap menjelang Hari Raya Keagamaan dan Tahun Baru sejak 2016 lalu.

Pengawasan internal yang dilakukan secara rutin tiap bulannya berlokasi di pasar tradisional, pasar modern, pelaku usaha pangan segar lainnya. Hal ini bertujuan agar masyarakat atau konsumen lebih aman ketika belanja. Dan, memberikan efek jera bagi pedagang nakal.

Pada tahun 2021 telah dilaksanakan kegiatan ini di Pasar Anyar Kota Tangerang. Dimana, Tim Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu terdiri dari DKP, Dinas Kesehatan, Dinas PerindagkopUKM, Satpol Pamong Praja, PD Pasar Kota Tangerang, Krimsus Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, Dinas Pertanian Provinsi Banten, BPMPHP Provinsi Banten, dan BBPOM Serang ini melakukan pengawasan sejak pukul 05.30 WIB sampai pukul 09.30 WIB, pada tanggal 12 April 2021.

“Hasil pengawasan keamanan pangan dengan uji rapid test kit (uji cepat) formalin, diketahui tingkat keamanan pangan sebesar 91,49% dari total 188 sampel,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abduh Surahman.

Abduh Surahman menambahkan, untuk sampel produk perikanan semuanya negatif formalin, sedangkan produk peternakan ada 8 pedagang yang sampelnya positif formalin terdiri dari 7 sampel usus ayam, 2 sampel hati ayam, 1 sampel leher ayam dan 1 sampel kikil kulit sapi.

“Informasi dari pedagang bahwa sampel yang positif formalin berasal dari Tempat Pemotongan Unggas (TPU) di luar Kota Tangerang”, ujarnya, Kamis, 28 Oktober 2021.

Melihat adanya kenakalan dari pedagang, pihaknya langsung memberikan surat teguran dan menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya berjanji tidak menjual pangan berformalin lagi dan akan ditindaklanjuti dengan pengawasan intensif oleh Tim Internal DKP.

“Apabila sudah berkali-kali mendapatkan teguran, tapi masih terbukti positif formalin, maka akan ditindaklanjuti oleh Krimsus Satreskim Polres Metro Tangerang. Hal ini merupakan bukti keseriusan DKP dalam melakukan pengawasan keamanan pangan”, jelasnya seraya menambahkan, kegiatan pengawasan ini juga sebagai bentuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.

Sementara itu, Kepala Seksi Keamanan Pangan, Waljiyati mengungkapkan, pengawasan keamanan dan mutu pangan segar ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pedagang di pasar tradisional atau pasar modern agar tidak menggunakan bahan kima berbahaya, seperti, formalin, residu pestisida, H2O2 hingga norax. Selain itu, memastikan pedagang tidak melakukan oplosan pada daging sapi dengan daging babi atau anjing.

“Memastikan secara langsung pemotongan unggas dilakukan secara halal sesuai syariat Islam. Terpenting, Pemkot Tangerang bersusaha memberikan rasa nyaman pada masyarakat sebagai konsumen,” katanya.

Lanjutnya, jika nanti ditemukan pedagang yang menggunakan zat kimia berbahaya, oplosan pada daging atau atau pestisida pada sayur dan buah. DKP tak ragu secara langsung akan melayangkan surat teguran dan surat pernyataan atau perjanjian.

“Sejak 2016, DKP rutin melakukan pengawasan keamanan dan mutu pangan segar. Sejak itu, DKP bersama Tim Pengawasan Pangan Terpatu secara tegas menindak mereka pedagang nakal, bahkan hingga tahap pengadilan. Semua dilakukan, untuk memastikan seluruh pangan segar di Kota Tangerang aman dikonsumsi,” paparnya.(Adv)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.