Disnaker Kota Tangerang Gandeng PKK Buka Pelatihan Tata Boga

oleh -

Palapanews.com- Pandemi covid-19, sangat berpengaruh terhadap pendapatan keluarga atau rumah tangga se-Indonesia, tak terkecuali Kota Tangerang. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mendorong masyarakat Kota Tangerang untuk mampu membuka usaha baru, di masa pandemi. Salah satunya, dengan membuka pelatihan tata boga melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Kepala Disnaker, Kota Tangerang, Rakhmansyah mengungkapkan, ini merupakan pelatihan tata boga angkatan satu. Sebagai bentuk adopsi animo masyarakat Kota Tangerang yang ingin meningkatkan keterampilannya. Pada pelatihan kali ini, pihaknya menggandeng Hotel Golden Tulip untuk memberikan serangkaian pelatihan mulai dari materi hingga praktik.

“Untuk pesertanya, pada angkatan satu ini ada sekitar 15 orang. Disnaker menggandeng PKK untuk menghadirkan ibu-ibu rumah tangga yang ingin belajar dan ingin membuka usaha, bukan mereka yang sudah membuka usaha. Sehingga, tujuan untuk mendorong masyarakat membuka usaha baru bisa tercapai,” ungkap Rakhmansyah, Rabu, 6 September 2021.

Ia menuturkan, pelatihan tata boga akan berlangsung selama 15 hari penuh. Mulai dari pengenalan alat masak, belajar berbagai resep hingga teknik pemasaran. “Pelatihan akan berlangsung secara keseluruhan. Sehingga para peserta akan mendapat ilmu secara total, dan benar-benar dapat digunakan sebagai modal memulai usaha. Jangka panjang dapat membantu perekonomian keluarga,” katanya.

Ketua TP PKK Kota Tangerang, Aini Suci Wismansyah menuturkan, pelatihan tata boga yang cukup banyak diikuti ibu rumah tangga ini diharapkan dapat meningkatkan geliat usaha rumah tangga. Terlebih, dapat membantu perekonomian keluarga ditengah banyaknya kasus PHK.

“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat lebih berkreatifitas. Mengembangkan ilmu yang didapat lebih luas lagi. Terlebih bisa menghasilkan produk-produk makanan khas Kota Tangerang,” harapnya.

Ahmad Bitu, Instruktur Hotel Golden Tulip menjelaskan, pelatihan ini menurunkan dua chef yang kompeten dibidang pastry. Secara pelatihan, para peserta akan dikenalkan beragam alat masak, pelatihan 15 resep desert dan pastry box, pengemasan, pemasaran hingga teknik penyimpanan bahan baku.

“Semua materi akan berlangsung secara bertahap selama 15 hari, mulai dari pukul 09.00 – 13.00. Peserta akan berlatih membuat kue-kue yang nantinya bisa menjadi peluang usaha desert atau pastry box rumahan. Seperti kroket, puff pastry, risol mayo, lumpia dan banyak lainnya,” jelas Bitu.

Pada pelatihan ini, kata Bitu akan didominasi pada praktik langsungg di dapur. Sehingga, para peserta tidak banyak bingung dengan materi-materi diatas kertas. “Dengan teknik praktik, para peserta akan lebih mudah menemukan kesulitan dan lebih mudah bertanya karena pendampingan chef langsung,” katanya.(ydh)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.