Tanggulangi Pandemi Covid-19, Kemenristek Sudah Hasilkan 61 Produk Inovasi

oleh -
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: Nad

Palapanews.com- Selama tahun 2020, melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 sebagai perwujudan triple helix antara Pemerintah, Peneliti dan Industri Kemenristek/BRIN telah menghasilkan lebih dari 61 produk inovasi sebagai upaya mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia melalui 4T, yakni Testing, Tracing, Tracking dan Treatment baik dalam bidang pencegahan, skrining dan diagnosis, obat dan terapi, maupun alat kesehatan dan pendukung.

Terlebih, vaksinasi Covid-19 secara massal di Indonesia, telah dimulai dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) terlebih dahulu dan pemerintah menargetkan bakal menyuntikkan dosis vaksin ke 180 juta orang pada tahun ini.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro, menargetkan pihaknya dapat menyerahkan bibit vaksin merah putih ke PT Bio Farma sebagai BUMN yang memproduksi vaksin, pada Maret 2021.

“Pada Maret ini, semoga bibit vaksin dapat diserahkan ke Bio Farma untuk kemudian dapat diproses selanjutnya hingga uji klinis. Harapan kita semua agar Vaksin Merah-Putih dapat digunakan dalam vaksinasi pada tahun 2022,” ujar Bambang dalam sambutan di acara Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Inovasi Nasional 2021 di Graha Widya Bakti, Puspiptek, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, pengembangan vaksin merah putih didorong untuk menjaga kesinambungan status herd immunity yang tercapai setelah vaksinasi tahap awal dilakukan tahun ini.

Lanjut Bambang, vaksin merah putih dipastikan bakal berkontribusi aktif terutama saat vaksinasi ulang dilaksanakan. Ada kemungkinan daya tahan tubuh dari vaksin Covid-19 yang didapatkan dari berbagai produsen tidak bertahan selamanya di dalam tubuh.

“Sehingga mungkin diperlukan vaksinasi ulang yang mungkin dilakukan, apakah tahun depan atau 2 tahun lagi, dan pada tahapan itu kita harap vaksin merah putih sudah memegang kendali sekaligus menunjukkan kemandirian vaksin kita,” jelasnya.

Diketahui, produk-produk inovasi karya anak bangsa tersebut terus disempurnakan dan telahdigunakan oleh masyarakat, seperti Ventilator, Mobile Lab BSL-2, Laboratorium berjalan untuk pengujian sampel Covid-19, Rapid Test Kit, GeNose C19, alat skrining cepat melalui hembusan napas, dan lain sebagainya.

Produk inovasi ini juga terus dikembangkan secara sistematis agar terintegrasi satu sama lain. Hasil tes dari alat skrining yang berbasis antigen seperti CePAD dan RT Lamp dapat dikombinasikan dengan wearable device berbentuk gelang yang terhubung dengan internet untuk memantau kepatuhan mobilitas pengguna dengan hasil positif. Data hasil tes yang tersimpan juga dapat dimasukkan dalam aplikasi Health Pass atau paspor kesehatan untuk Covid-19. (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.