Trik Aman Bersepeda Gaya Komunitas Too Much Idea Cycling Cult

oleh -
Salah seorang goweser memasang tulisan nyeleneh menanggapi maraknya begal terhadap pesepeda. Foto: Nad

Palapanews.com- Komunitas Too Much Idea Cycling Cult punya cara unik menanggapi aksi begal terhadap para pesepeda, salah satunya aksi begal terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko di Jakarta. Cara unik itu, yakni menempelkan kertas bertuliskan kalimat-kalimat menggelitik yang ditempelkan di kaos bagian punggung saat bersepeda.

Salah satu anggota Too Much Idea Cycling Cult, Akbar Darmansyah menjelaskan, beberapa tulisan yang ditempelkan tersebut. Antara lain:

‘Saya gajian tanggal 1. Jangan dibegal, sama-sama susah.’

Kemudian, lagi kompetisi. Jangan dibegal please’

‘Saya santri. Jangan berani beraninya begal’

‘Saya trauma dijambret. Masa tega si ngebegal’

Begitulah kampanye mereka sebagai kritikan atau sindirian kepada pihak yang berwenang agar lebih meningkatkan keamanan, terutama kepada para pesepeda saat berolahraga. Sampai aksi mereka viral di media sosial.

Banyaknya sepeda dengan tingkatan harga hingga puluhan juta menjadi incaran para pelaku kriminal untuk mengambil secara paksa sepeda maupun barang berharga yang dibawa oleh pesepeda.

“Saya kebetulan sama temen-temen di komunitas itu banyak yang bike to work juga jadi kita ke kantor selalu sepeda, kita berangkat pagi jam 5 terus pulang sudah malam. Jadi kalau ramai begal begini mau enggak mau kita was-was karena bikin resah. Padahal kita sehari hari aktivitas gunakan sepeda, (soal kalimat itu) jadi kaya pengen curhat saja, cuman jadi viral,” papar Akbar saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2020).

Hingga saat ini, postingan Too Much Idea Cycling Cult di instragram miliknya yakni @toomuchidea.cc mendapat tanggapan yang positif dari komunitas sepeda lainnya.

“Banyak komunitas yang nge-tag mungkin punya keresahan yang sama, kenapa sih kita mau sepeda jadi susah sampai ada begal. Cuman gara-gara sepeda harga mahal, padahal kan enggak,” lanjutnya.

Komunitasnya ini juga akan melakukan aksi serupa di wilayah Tangsel yang kini juga rawan akan aksi begal sepeda.

“Kalau untuk campaign, karena sudah meluas kita akan pikirkan dulu. Tapi kalau campaign di Tangsel mau juga sih, karena kita sering di Bintaro. Disana (Bintaro) diatas jam 10 malam sudah sepi banget,” ungkapnya.

Akbar juga mendapat berbagai cerita dari sesama komunitas sepeda, jika ada pesepeda yang akan dibegal sepedanya. Namun gagal, dan pelaku lari ke Tol Kunciran-Serpong.

“Ada cerita juga, begal enggak cuman handphone sama dompet, bahkan sepedanya juga mau dibegal, cuman enggak berhasil dan larinya ke Tol Kunciran yang baru,” tandas Akbar.

Sebagai penggemar gowes, Akbar mewakili teman-temannya hanya berharap adanya peningkatan keamanan disetiap wilayah yang ramai menjadi jalur bersepeda.

“Saya harap semuanya jaga diri masing-masing. Terus biar direspon pihak keamanan terkait, biar juga lebih diperketat keamananya. Begal justru banyaknya di jalan protokol yang seharusnya ring 1, tapi malah kecolongan. Kepengennya di notice (perhatikan) biar aman. Kita juga yang biasa naik sepeda biar nyaman. Manfaatnya juga kan banyak, enggak ke kesehatan tapi juga ke lingkungan,” tutupnya. (nad)

Komentar Anda

comments