Jalur Wisata Mandek, Proyek Dermaga Waterway Dinilai Tergesa-gesa

oleh -
banner 300250

Palapanews.com Pemerintah Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Arief R Wismansyah nampaknya selalu terburu-buru dalam proses pembangunan kota, salah satunya adalah pembangunan wisata air yang berlokasi di Jalan TMP Taruna, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Dengan konsep yang tak terarah ini, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata membangun dermaga wisata air (waterway) yang berada di depan Lapangan Ahmad Yani, dengan tidak memikirkan jalur dari wisata tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Tokoh Pemuda Kota Tangerang, Ibrohim Sudjono, Minggu, 18 Oktober 2020.

Menurut Ibrohim Sudjono, seharusnya Pemerintah Kota Tangerang membuka akses jalur terlebih dahulu dari pada membangun sebuah dermaga dan membeli perahu. Sebab, jalur tersebut masih dilintasi dengan beberapa bangunan seperti jembatan yang berlokasi di depan SMA Negeri 2 Kota Tangerang.

“Sepertinya konsep ini (wisata air) terburu-terburu tanpa memikirkan desain yang ada,” kata Ibrohim.

Pria yang akrab disapa Boim ini juga mengungkapkan, keberadaan dermaga berada di jalur cepat dan secara tidak langsung akan mengganggu arus lalu lintas bagi pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani.

“Pemkot Tangerang apakah sudah membuat amdal lalin? karena dermaga itu lokasi pas ditengah jalan,” paparnya seraya menambahkan, jalur dari wisata air itu juga sangat pendek dan tak layak untuk dijadikan lokasi wisata air.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Tangerang tersebut menyarankan dengan pandemi covid-19 ini, Pemerintah Kota Tangerang lebih fokus pada penanganan covid-19, serta mempercepat pembangunan yang memang dibutuhkan langsung oleh masyarakat.

“Untuk pembangunan dermaga wisata air bukanlah prioritas utama ditengah pandemi covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memuluskan proyek wisata air (waterway), kata Boim, Pemerintah Kota Tangerang telah membongkar (melakukan peninggian) tiga jembatan pada akhir 2019 lalu yang nantinya akan dilintasi perahu yakni Jembatan Saluran Irigasi Jalan TMP Taruna, Jembatan Saluran Irigasi Jalan TMP Taruna (depan stadion Benteng), dan Jembatan Saluran Irigasi Jalan Ahmad Yani.

“Hasil dari proses peninggian ketiga jembatan tersebut malah membahayakan para pengguna kendaraan karena ketinggian jembatan yang terlalu curam,” jelasnya.

Diketahui, Dinas Budaya Pariwisata dan Pertamanan Kota Tangerang telah membeli 10 perahu yang terdiri dari 5 perahu kano dan 5 perahu gondola dengan bahan fiberglass dan kayu.(ydh)

Komentar Anda

comments