5.000 Guru di Tangsel Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

oleh -
Kepala Dindikbud Tangsel Taryono memantau pelaksanaan rapid test guru. Foto: Nad
banner 300250

Palapanews.com- Sebagai upaya pencegahan Covid-19 dan monitoring terhadap guru-guru SD dan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan rapid test terhadap 5.000 guru yang bertugas di wilayah Tangsel.

Kepala Dindikbud Tangsel Taryono mengatakan rapid test terhadap 5.000 guru ini sudah dilakukan sejak Agustus lalu, baik untuk guru tingkat SD maupun SMP.

“Pada tahap pertama yakni 27 Agustus lalu sebanyak 1.300 guru di jenjang SMP telah di rapid test. Kemudian tahap kedua pada 12 Oktober lalu, melakukan rapid test terhadap 3.700 guru SD. Totalnya, Dindikbud melakukan rapid terhadap 5 ribu guru SD dan SMP,” jelas Taryono saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).

Dari ribuan guru yang sudah melakukan rapid test, ada sekitar 25 guru yang dinyatakan reaktif. Kemudian yang reaktif tersebut melakukan swab test.

“Untuk yang reaktif kan langsung di swab. Alhamdulilah hasilnya negatif,” tuturnya.

Lanjut Taryono, masih ada beberapa guru yang belum mengikuti rapid tes dikarenakan sedang sakit. Untuk itu, pihaknya agar guru yang belum mengikuti rapid test bisa melakukan secara mandiri di puskesmas atau Labkesda.

“Diantaranya ada yang sedang sakit. Jadi mereka wajib rapid test mandiri atau di puskesmas atau labkesda. Pokoknya harus, yang tidak hadir pada saat rapid test bersama itu maka harus menunjukan hasil rapid test ke kepala sekolah atau di laporkan ke dinas,” ungkapkua.

Sementara Rapid test yang dilakukan Dindikbud Tangsel, bertujuan untuk mencegah adanya klaster di lingkup pendidikan.

“Karena itu berbahaya. Kalau yang tidak rapid test itu tanpa gejala kan bahaya. Makanya sekarang yang tidak hadir pada saat rapid test bersama itu maka harus bisa menunjukan hasil rapid testnya,” tegasnya. (nad)

Komentar Anda

comments