Gejala dan Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan

oleh -
banner 300250

Palapanews.com- Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala, termasuk sakit kepala di bagian depan. Dikutip dari Healthline, sakit kepala depan terjadi ketika Anda merasakan sakit ringan hingga parah di area dahi atau pelipis. Jenis sakit kepala ini pun terjadi kambuhan dari waktu ke waktu, yang disebut sebagai episodik, atau bisa menjadi kronis (berlangsung lama). Artikel ini akan mengpas tuntas semua penyebab, gejala, dan cara mengatasi sakit kepala di bagian depan.

Berbagai penyebab sakit kepala bagian depan

Sakit kepala di dahi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan tertentu. Berikut adalah berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab timbulnya sakit kepala di bagian depan.

1. Tension headache (sakit kepala tegang)

Sakit kepala tegang adalah salah satu penyebab sakit kepala di dahi yang paling sering dialami. Sakit kepala tegang sering disebut sebagai sakit kepala sehari-hari karena memang terjadi cukup umum.

Sakit kepala tegang terasa di seluruh bagian kepala. Namun, rasa sakit biasanya dimulai dari bagian depan kepala, pelipis, atau belakang mata sebelum menjalar ke bagian lain dari kepala.

Sakit ini ditandai dengan sensasi seperti kepala sedang diikat dengan erat hingga menimbulkan rasa seperti tertekan.

Gejala tersebut juga didampingi dengan gejala lain seperti kepala, kulit kepala, dan otot di sekitar leher, wajah, dan bahu terasa lunak.

Tingkat keparahan dari kondisi ini bisa berbeda-beda tiap orang, mulai dari ringan hingga yang cukup parah. Rasa sakitnya bisa bertahan antara 30 menit hingga beberapa jam. Akan tetapi pada kasus tertentu, rasa sakitnya bisa berlangsung hingga beberapa hari. Bahkan, rasa sakit ini mungkin muncul beberapa kali dalam satu bulan.

Kondisi ini bisa dipicu oleh stres, kecemasan, dan juga kelelahan fisik. Anda mungkin merasakan rasa sakit kepala tegang saat merasa sangat kecapekan. atau saat Anda memiliki gangguan muskuloskeletal di area leher.

Selain itu, kebiasaan mempraktikkan postur tubuh yang kurang baik juga bisa meningkatkan potensi Anda merasakan sakit kepala ini.

2. Penyakit mata lelah

Tidak hanya berasal dari jenis sakit kepala, sakit kepala di bagian depan juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya. Salah satunya adalah penyakit mata lelah.

Biasanya, saat Anda mengalami penyakit mata lelah, Anda juga akan merasakan sakit kepala depan. Gejala dari rasa sakit yang Anda alami tidak berbeda jauh dengan sakit kepala tegang.

Rasa sakit tersebut mungkin muncul karena astigmatisma, masalah penglihatan, atau keduanya.

Mata lelah bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk menggunakan mata untuk menatap layar komputer dalam waktu yang lama.

Selain itu, hal lainnya adalah berkonsentrasi menatap sesuatu dalam waktu yang relatif lama, stres, hingga kebiasaan mempraktikkan postur tubuh yang tidak baik.

3. Sakit kepala kluster

Sakit kepala lain yang bisa menjadi penyebab sakit kepala depan adalah sakit kepala kluster. Meski tergolong jarang, jika Anda mengalami jenis sakit kepala yang satu ini, kepala Anda akan terasa amat sakit.

Biasanya, rasa sakit akan terasa di salah satu sisi kepala, di sekitar mata, pelipis, atau bagian depan kepala.

Rasa sakit ini biasanya tiba-tiba muncul tanpa peringatan atau gejala yang semakin kuat. Lalu, rasa sakit ini bisa bertahan selama beberapa jam.

Jika rasa sakit ini muncul, Anda mungkin akan mengalaminya lebih dari satu kali dalam sehari. Rasa sakit ini bisa terjadi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan akan muncul di waktu-waktu yang sama setiap harinya.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan keluarnya cairan dari dalam hidung dan hidung akan terasa seperti tersumbat.

Selain itu, mata Anda akan membengkak atau mengeluarkan air mata terus-menerus. Anda juga akan cenderung banyak bergerak dan seolah tidak bisa diam.

Masih belum dapat diketahui pasti apa penyebab dari sakit kepala kluster. Namun, ada kemungkinan bahwa kondisi ini adalah kondisi yang diturunkan oleh anggota keluarga Anda dari waktu ke waktu atau penyakit keturunan.

Meski begitu, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol mungkin menjadi pemicu dari munculnya rasa sakit kepala yang satu ini.

4. Sakit kepala sinus

Sinus bisa mengalami iritasi akibat infeksi atau alergi. Kondisi ini disebut sebagai sinusitis. Saat terjadi, sinus akan membengkak dan menyebabkan sakit kepala depan serta pipi, mata, dan kepala Anda akan terasa lunak.

Untuk membedakan sakit kepala depan karena sinusitis atau sakit kepala lainnya, Anda harus memahami gejala yang mungkin muncul jika mengalami sinusitis.

Sinusitis biasanya disertai dengan demam atau flu. Namun, kedua kondisi ini mungkin akan hilang dengan sendiri setelahnya.

5. Migrain

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang berpotensi menimbulkan sakit kepala depan. Pasalnya, meski gejala migrain yang dirasakan oleh orang bisa berbeda-beda, rasa sakit yang dialami penderita migrain sering kali berasal dari pelipis.

Rasa sakit awalnya akan terpusat di salah satu pelipis, dan baru tersebar ke pelipis lainnya. Jika Anda tidak melakukan pengobatan, migrain bisa bertahan antara empat hingga dua puluh empat jam.

Gejala lain dari migrain adalah rasa lelah, depresi, mual, muntah, rasa sensitif terhadap cahaya atau suara. Selain itu, mata dan hidung Anda akan lebih banyak mengeluarkan air dibanding biasanya.

6. Arteritis temporalis (Giant cell arteritis) 

Arteritis temporalis adalah kondisi di mana pembuluh darah yang posisinya mengarah ke luar kepala mengalami peradangan. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa sakit yang terus-menerus muncul.

Rasa sakit ini biasanya akan terasa sangat amat sakit di pelipis. Itu sebabnya, kondisi ini juga bisa menimbulkan sakit kepala depan. Meski begitu, kondisi ini masih tergolong jarang terjadi pada orang dengan usia di bawah 50 tahun.

Tanda-tanda dan gejala sakit kepala bagian depan

Hal yang biasanya akan Anda rasakan saat terjadi sakit kepala depan adalah seperti ada yang menekan di bagian kedua sisi kepala bagian depan atas. Nyeri atau sakit yang dirasakan pun terasa ringan, sedang, sampai parah.

Tidak hanya itu saja, gejala yang dirasakan pun adalah area tubuh yang lebih sensitif seperti kepala, kulit kepala, dan otot bahu.

Gejala sakit kepala tegang:

  • Rasa sakit yang konstan dan dirasakan di seluruh kepala.
  • Rasa sakit yang sering dimulai dari area dahi, pelipis, dan belakang mata.
  • Sensitivitas di sekitar kepala, kulit kepala, wajah, leher, dan bahu.
  • Terasa sesak atau ada tekanan di sekitar kepala.

Gejala sakit kepala kluster:

  • Ada perasaan gelisah.
  • Keluarnya cairan dari hidung.
  • Hidung menjadi tersumbat.
  • Mata menjadi berair dan bisa bengkak.

Gejala sakit kepala bagian depan akibat sinus:

  • Tubuh terasa pegal, kepala terasa sakit juga berdenyut, dan semakin sakit apabila kepala bergerak.
  • Terdapat cairan di dalam hidung
  • Demam disertai hidung tersumbat.
  • Sakit gigi

Gejala sakit kepala bagian depan akibat arteritis temporalis:

Kondisi yang satu ini ditandai dengan sakit kepala yang parah, berulang, dan nyeri di area pelipis. Selain itu, gejala lainnya adalah:

  • Rasa sakit saat sedang mengunyah atau berbicara.
  • Penglihatan terasa kabur.
  • Berat badan jadi menurun.
  • Nyeri otot.
  • Tubuh jadi mudah lelah.

Hellosehat

Komentar Anda

comments