Wisuda Perdana, Bani Umar Culinary Center Cetak Koki Berilmu Agama

oleh -
Empat koki lulusan Bani Umar Culinary Center (BUCC). foto : nad

Palapanews.com – Bani Umar Culinary Center (BUCC) telah behasil mencetak empat orang lulusan koki, yang dibekali dengan ilmu agama. Wisuda perdana berlangsung pada Februari 2020 lalu.

BUCC ini, merupakan sekolah kuliner pertama berbasis masjid yang diinisiasi Pengurus Majelis Taklim Masjid Bani Umar Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, bersama Pemilik Danish Culinary School, Taufik Hidayat Syah.

Persoalan halal dan haram dalam Agama Islam merupakan hukum yang harus ditaati para umat-Nya, termasuk untuk halal dan haramnya sebuah makanan. Dengan alasan tersebut, lahirlah kerjasama antara keduanya. Terlebih, Chef Taufik pun sedang menggeluti bidang halal dan haram dalam makanan.

Pemilik Danish Culinary School Taufik Hidayat Syah mengatakan, empat siswa yang diwisuda ini berhasil lulus di tengah pandemi covid. Dalam kurun waktu singkat, kini mereka telah memiliki usaha dan dapat menghasil pundi-pundi rupiah.

“Semangat mereka sangat luar biasa. Awalnya belum punya usaha, sekarang kita bisa lihat sendiri produk dan kemasan yang mereka buat. Karena ujian prakteknya adalah membuat makanan kemasan yang bisa dijual dan bisa menjadi foodpreneur,” ujarnya saat Graduation Day BUCC di Masjid Bani Umar Graha Raya, Pondok Aren, Rabu (15/7/2020).

Berbeda dengan kursus lainnya, BUCC ini jadwal kursusnya dilakukan setiap hari. Sedangkan untuk teori agama tentang fiqih dan halal haramnya dilakukan di Masjid Bani Umar dan praktek memasak dilakukan di Danish Culinary School.

“Jadi kita bekerjasama. Pengajarnya ustazah yang biasa memberikan materi pengajaran yang di Bani Umar, kajian halal dan haram dalam makanan,” jelasnya.

Sementara Ketua BUCC Dessy Jasmine memaparkan, berbeda dari Majelis Taklim pada umumnya, BUCC selalu memberikan materi pemberdayaan umat secara rutin, guna membangun ekonomi umat.

“Ya, paling tidak membangun ekonomi keluarga sendiri. Karena kita adalah apa yang makan. Makanan memang sangat berpengaruh terhadap kepribadian kita, kesehatan kita. Makanya kita harus tau apa yang kita makan, karena menyangkut kesehatan dan mental kita,” jelasnya.

Sehingga, dalam BUCC bukan hanya belajar menjadi Chef saja, namun ditekankan hukum fiqih mengenai halal dan haram sebuah makanan.

“Kami semua berharap keempat lulusan perdana ini menjadi chef plus yang mengerti akan ilmu halal dan haram dalam makanan. Jadi tidak tanggung-tanggung ilmu yang mereka dapat,” ungkapnya.

Kondisi pandemi yang belum berakhir pun menuntut semua orang agar kreatif. Dessy juga berpesan untuk masyarakat untuk mencoba membangun ekonomi keluarga mereka sendiri. (Nad)

Komentar Anda

comments