Dindikbud Tangsel Bangun Budaya Literasi di Era Digital

oleh -
Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono bersama staf pengajar dan siswa SMPN 4 Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Perkembangan era digitalisasi saat ini harus diimbangi dengan gerakan literasi yang sesuai dengan zaman. Sehingga gerakan literasi yang digalakkan bisa lebih mudah diterima oleh generasi milenial.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Taryono mengimbau masyarakat, khususnya generasi milenial untuk membudayakan literasi. Seperti membiasakan diri untuk membaca buku dan menulis.

“Jangan terjebak penggunaan smartphone. Belajar digital tentu, karena seiring perkembangan zaman dan pembelajaran berbasis elektronik,” paparnya kepada Palapanews.com di SMP 4 Kota Tangsel.

Menurutnya, budaya literasi di Kota Tangsel pun telah berjalan, khususnya di sekolah. Namun, pihaknya terus menggalakan kebiasaan masyarakat untuk membaca buku di perpustakaan sekolah atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di Tangsel.

Tujuannya, untuk menumbuhkembangkan budaya dan membangun ekosistem literasi di lingkungan masyarakat ataupun sekolah.

“Mempraktekkan kegiatan pengelolaan pengetahuan (knowledge management) dan menjaga keberlanjutan budaya literasi. Jadi bukan hanya ke perpustakaan sekadar mengabsen saja,” bebernya.

Gerakan literasi di Kota Tangsel. Foto: Nad

Selain melalui perpustakaan sekolah dan TBM, Dindikbud Tangsel juga bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel melalui mobil perpustakaan keliling untuk masyarakat.

“Metodenya adalah jemput bola dalam hal menghadirkan perpustakaan ke anak-anak, bukan menunggu anak-anak mendatangi taman bacaan atau perpustakaan,” jelasnya.

Karena dengan membaca, dapat membuka jendela dunia. Sehingga budaya literasi memang perlu digalakkan dengan durasi membaca anak yang juga diperkuat.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP 4 Kota Tangsel, Yantho menambahkan, pihaknya pun menggalakkan budaya literasi melalui slogan-slogan yang ada di sekeliling dinding sekolah.

Kemudian, buku yang dibawa oleh siswanya pun harus dibaca. Karena, membaca sebagai jendela dunia akan menghasilkan masa depan yang cerah dan dapat meraih keberhasilan.

“Untuk di sekolah, kami terapkan budaya literasi saat Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung. Sedangkan untuk penggunaan gadget, ada sistem penitipan di Bimbingan Konseling dengan tujuan berkomunikasi dengan pihak orangtua,” ungkapnya. (adv)

Komentar Anda

comments