Kasus Kekerasan Seksual, ASN di KPU Tangsel Divonis 18 Bulan

oleh -
Ilustrasi.
banner 300250

Palapanews.com- Kasus kekerasan yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel, yakni NR terhadap istrinya SV berujung pada vonis Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (9/1/2020).

Hakim persidangan memvonis NR 18 bulan kurungan penjara akibat kekerasan seksual dalam rumah tangga yang dilakukannya sejak 2016-2018.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel akan melakukan banding atas putusan hakim dan diberikan waktu selama satu pekan.

Kasie Pidum Kejari Tangsel, Taufiq Fauzie mengatakan, langkah mengajukan banding bukan tanpa sebab. Taufiq mengatakan, banding diajukan karena merasa hukuman yang diputus oleh hakim tidak sesuai.

“Ini kan terdakwa sebagai ASN dan tentunya berpendidikan. Kami ingin orang berpendidikan tidak ada yang melakukan hal seperti itu. Karena pada tahap penuntutan, kami menuntut terdakwa 3 tahun berdasarkan SOP kami ada hal yang memberatkan,” ujar Taufiq, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya, terdakwa NR bisa menerima hukuman maksimal dari tuntutan JPU, apabila kekerasan yang dilakukannya membuat korban mengalami luka parah atau permanen.

“Saya akan terus mengawal kasus ini, untuk memberikan keadilan kepada korban. Terdakwa disangkakan Pasal 46 UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) nomor 23 tahun 2014 dengan ancaman 12 tahun. Tapi hukuman itu, kalau ada pemberatan yang lain,” tuturnya.

Tak hanya itu, NR juga telah melanggar UU ASN, Pasal 250 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN. (nad)

Komentar Anda

comments

banner 300250