Akademisi UNIS: Benyamin jadi Incaran Partai Gantikan Airin

oleh -

Palapanews.com- Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terbilang masih cukup lama yakni September 2020 mendatang. Namun, dinamika politik dari daerah yang memiliki tujuh kecamatan ini semakin hangat.

Hal ini terlihat dari partai-partai politik yang mempunyai kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berlomba-lomba melakukan penjaringan, untuk mengusung Bakal Calon Walikota (Bacalkot) untuk bertarung di Pilkada Kota Tangsel 2020-2024.

Sampai saat ini, publik Tangsel setidaknya mengenal nama-nama tokoh yang digadang-gadang maju bertarung tahun depan. Berseliweran mulai dari sosok petahana, Benyamin Davnie yang juga Wakil Walikota Tangsel, Sekretaris Daerah Muhamad, Tomi Patria, Ruhamaben, Beben Nur Fadillah, Suhendar, Ade Irawan hingga Siti Nur Azizah serta tokoh lainnya.

Saat ini, survey Indopolling Network yang digelar Jumat, tanggal 27 Desember 2019, setidaknya membuat gambaran 28 tokoh yang punya peluang memenangkan Pilkada Kota Tangsel. Dengan pertanyaan “Seandainya Pilkada Tangsel digelar hari ini, siapa yang anda pilih,”. Hasilnya, Benyamin Davnie menempati urutan pertama dengan perolehan 28,4%, Muhamad 15,7%, Arsyid 8,6%, 3,2% dan Tomi Patria menutup posisi 5 besar dengan raihan 1,8%.

Ketika ditanya hasil survey tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, mengatakan, hasil tersebut tak terlalu mengejutkan. Sebab, Tangsel banyak dihuni oleh pemilih realistis. Basis Tangsel sebagai wilayah perkotaan turut memperkuat alasan tersebut.

“Dengan model wilayah perkotaan dan hanya terdiri dari 7 kecamatan, pemilih ini cenderung realistis. Referensi pemilih realistis ini biasanya paling banyak melihat informasi dari media massa dan media sosial,” kata Adib, Sabtu, 28 Desember 2019.

Pria yang juga menjadi dosen Fisip ini juga manambahkan, karakter pemilih realistis lebih suka memilih kepada tokoh yang elektabilitasnya suistainable atau berkesinambungan, alias bukan instan atau dadakan.

“Suka dan tidak suka yang diuntungkan ya petahana atau Pak Ben, dengan Dia yang jadi Wakil Walikota selama 2 periode. Dengan rekam itu, pemilih ini tak mau coba-coba gitu. Mereka lebih memilih yang jelas dan berpengalaman. Kan istilahnya tinggal melanjutkan begitu,” beber Adib.

Adib juga memprediksi, walau masih terlalu dini, kontestasi politik hingga Pilkada tahun depan, tokoh yang bertarung tak jauh-jauh dari hasil survey tersebut.

“Tokohnya saya kira tak jauh-jauh dengan nama yang beredar ini. Cuma mungkin ada kejutan dari Siti Nur Azizah (SNA). Bagaimanapun SNA kan anak Wakil Presiden dan sudah sangat gencar sosialisasi, kemungkinan besar akan menggunakan ‘Jalur Udara’,” beber Adib.

Yang dimaksud Adib dengan ‘Jalur Udara’ adalah kemungkinan akan menggunakan kedekatan bapaknya untuk mendapat dukungan politik dari pemimpin partai politik.

Melihat kondisi yang sekarang, diakui Adib, bakal ada kecendrungan bagaimana partai politik akan berburu calon walikota dan wakilnya, sehingga calon yang diusung partai tidak hanya menjadi peserta pemilihan walikota semata.

“Lembaga survai sudah merilis siapa yang populer dan siapa yang mempunyai keterpilihan atau elektabilitas paling tinggi, sehingga hasil itu menjadi acuan partai untuk berebut tanda tangan sang figur calon, supaya bisa menjadi suksesi Airin dikemudian hari,” jelasnya.(nis)

Komentar Anda

comments