Ngeri, Sekolah Khusus di Serpong Ini Rawan Longsor

oleh -

Palapanews.com- Bangunan memprihatinkan dan tidak layak ditempati terjadi pada gedung Sekolah Khusus (Skh) Assalam 01 di Jalan Cendana, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Tembok kelas mengalami retak-retak cukup parah. Sedangkan lokasinya berada di atas tanah yang begitu curam sehingga rawan terjadi pergerakan tanah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mengumpulkan seluruh dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel maupun Provinsi Banten, Dinas Perkimta dan juga Satpol PP untuk mencari solusi.

Dalam hal ini, kewenangan ada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang akan segera berkirim surat ke Dindikbud Tangsel perihal relokasi sekolah.

“Kalau untuk relokasi sekolah kita akan berkirim surat dari Dindikbud Tangsel yah untuk meminta lokasi atau tempat sementara bukan permanen,” tutur Kepala Seksi Sarana Prasarana Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Aceng Royadi, Rabu (27/11/2019).

Menurutnya, Dindikbud Provinsi Banten tidak bisa memberikan gedung permanen karena sekolah khusus ini merupakan milik yayasan.

“Karena ini kan yayasan, untuk permanen enggak bisa. Intinya saya akan koordinasi kepada pimpinan dan dari pimpinan nanti yang memutuskan,” ungkapnya.

Ia pun, berharap relokasi sekolah akan berjalan cepat karena siswa SKH Assalam 01 akan melaksanakan ujian.

“Tadi saya sudah cek memang ada keretakan, mudah-mudahan relokasinya enggak lama. Surat juga akan secepatnya saya kirim, mudah-mudahan Jumat selesai dan ada tanda tangan Kepala Dinas pinjam pakai tempat,” harap Aceng.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dindikbud Tangsel, Didin Sihabudin akan menyampaikan hasil pertemuan ini ke pimpinan, agar proses pembelajaran terus berjalan dan memberikan alternatif gedung sementara.

“Kalau ini kan Sekolah di bawah kewenangan Provinsi, kami akan berkoordinasi dengan provinsi terkait tentang proses pembelajaran agar bisa bejalan. Kami akan memberi alternatif supaya pembelajaran bisa berjalan normal karena kegiatan belajar mengajar tidak boleh berhenti. Kami akan berikan alternatif ke yayasan,” terang Didin.

Sebelumnya, BPBD Tangsel meninjau langsung sekolah, dan pihak sekolah diminta untuk waspada karena diduga keretakan bangunan tersebut akibat pergeseran tanah.

“Dari situ sudah mulai kelihatan pergeseran- pergeseran yang awalnya keramiknya melendung dan keramik bergeaer sedikit- sedikit,” ucap Bendahara Skh Assalam 01, Indri Firmandyah.

Keretakan semakin terlihat jelas pada dua minggu terakhir. Keretakan bukan hanya pada sisi keramik, melainkan beberapa dinding kelas dan toilet yang berlokasi di belakang sekolah. (nad)

Komentar Anda

comments