Pemenang Awarding Day Skystar Innovation Challenge Bakal Berangkat ke Singapura

oleh -
Tim pemenang Awarding Day Skystar Innovation Challenge. foto : ist

Palapanews.com – Akhirnya terpilih dua tim terbaik keluar sebagai pemenang pada Awarding Day Skystar Innovation Challenge. Keduanya berhak mendapatkan kesempatan study visit ke Singapura.

Tim pemenang juga bakal mendapat kesempatan magang di Amartha dan Nodeflux, dukungan poin SKKM bagi mahasiswa-mahasiswi UMN, serta penghargaan berupa sertifikat.

Skystar Innovation Challenge adalah kolaborasi Internasional Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk menghasilkan inovasi bagi permasalahan bisnis di Indonesia. Digelar pada Kamis 19 Sepetember 2019 di Kampus UMN.

Dalam kesempatan ini, Skystar Ventures UMN menggandeng dua startup company yaitu Amartha Fintech Lending dan juga Nodeflux yang bergerak di bidang Artificial Intelligent sebagai subjek utama yang memberikan permasalahan industri yang harus dipecahkan. Selain berperan dalam memberikan real case problem, baik Amartha maupun Nodeflux juga berperan dalam penilaian dan pemilihan pemenang.

Amartha memilih Kelompok 1 sebagai kelompok terbaik karena dianggap dapat memberikan hasil riset yang kuat. Mereka juga membuat prototype aplikasi layanan fitur donasi melalui system crowd funding. Sementara Nodeflux memilih kelompok 3 sebagai kelompok terbaik karena telah membuat inovasi berupa teknologi savety image recognition untuk dapat diaplikasikan di perumahan dan apartment.

Yang Tien, Director of Innovation and Enterprise Office Nanyang Polytechnic Singapore mengungkapkan kegembiraannya karena dapat bekerjasama dengan UMN. “Program SIC ini hanyalah sebuah awal dari kerjasama dan kolaborasi antara NYP dengan UMN untuk ke depannya menjadi lebih baik,” tegasnya.

Diakui Andrey Andoko, Wakil Rektor UMN sekaligus Kepala Inkubator Skystar Ventures UMN, kolaborasi ini telah mendatangkan kesempatan yang langka bagi mahasiswa-mahasiswi UMN.

“Kami yakin kompetisi ini tidak hanya dapat memperluas jaringan mahasiswa, tapi juga kerangka berfikir mereka karena levelnya tidak lagi nasional, tapi internasional,” kata Andrey. (rls/bd)

Komentar Anda

comments