Sering Sesak Napas, Bisa Jadi Kolesterol Tinggi Penyebabnya

oleh -
Ilustrasi. Foto: hellosehat

Palapanews.com- Kolesterol tinggi tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, tapi juga mengganggu sistem pernapasan. Jika tidak dikelola dengan baik, kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan sesak napas dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesulitan bernapas yang dialami penderita kolesterol tinggi merupakan gejala dari berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun, keluhan ini sering kali diabaikan. Penyakit lantas baru terdeteksi ketika penderita mengalami gejala yang lebih parah.

Hubungan antara kolesterol tinggi dan sesak napas

Dikutip dari Hellosehat, penyakit kolesterol tinggi tidak secara langsung menyebabkan kesulitan bernapas. Akan tetapi, kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu penyakit jantung dan mengganggu peredaran darah, sehingga membuat sesak napas.

Ini disebabkan karena kolesterol jahat menumpuk pada pembuluh darah dan menyebabkan pembentukan plak.

Pembuluh darah lambat laun menyempit dan dindingnya tidak lagi elastis. Akibatnya, aliran darah menjadi terhambat.

Darah berfungsi untuk membawa oksigen menuju organ tubuh dan membawa kembali karbondioksida ke paru. Jika aliran darah terhambat, tubuh Anda tidak akan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Itu sebabnya, penderita kolesterol tinggi sering kali mengalami sesak napas dan mudah merasa lelah. Bahkan, beberapa di antaranya juga mengalami nyeri dada dan irama jantung yang tidak teratur.

Keluhan ini juga bisa bertambah buruk akibat penggunaan obat kolesterol yang disebut statin.

Obat ini memang efektif mengatasi kolesterol tinggi, tapi efek sampingnya dapat membuat Anda cepat lelah sehingga keluhan sesak napas bertambah parah.

Kapan saatnya memeriksakan diri ke dokter?

Sesak napas ringan mungkin merupakan hal yang wajar dan tidak berpotensi membahayakan kesehatan.

Sesak napas ringan mungkin terjadi karena Anda sedang sakit, perubahan cuaca, atau karena melakukan aktivitas fisik setelah lama tidak melakukannya.

Namun, sesak napas ringan yang berubah menjadi tambah parah merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

Apalagi bila sesak napas terjadi saat Anda memiliki kadar kolesterol tinggi dan berat badan berlebih.

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila Anda mengalami gejala berikut:

  • Rasa tidak nyaman, nyeri, atau tekanan pada dada. Ini merupakan tanda dari angina, atau yang awam disebut sebagai angin duduk.
  • Sesak napas setelah melakukan aktivitas fisik ringan atau saat beristirahat.
  • Sesak napas sehingga membuat Anda terbangun di tengah tidur.
  • Anda harus membetulkan posisi tubuh agar bisa bernapas dengan baik.
  • Demam.
  • Terdengar suara melengking saat bernapas (mengi).
  • Kerongkongan terasa menyempit.

Komentar Anda

comments