Cara Deteksi Awal Tuberkulosis Pada Anak

oleh -
Ilustrasi. Foto: Hellosehat

Palapanews.com- Kasus Tuberkulosis atau TB pada anak layaknya bongkahan gunung es di lautan. Jumlahnya banyak, namun sering kali orangtua terlambat mengenali. Sebenarnya ada dua pendekatan yang cukup mudah yang dapat kita lakukan sebagai deteksi awal, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan tanda klinis yang mengarah ke TB.

Anak yang kontak erat dengan pasien TB menular
Dikutip dari Hellosehat, kontak erat yang dimaksud adalah anak yang tinggal serumah atau sering bertemu dengan pasien TB menular, misalnya anggota keluarga, tetangga, atau kerabat yang sehari-hari berinteraksi dengan anak. Laporkan segera bila di rumah Anda ada yang menderita TB menular, baik TB paru atau TB lainnya. Biasanya TB menular diderita oleh pasien dewasa yang hasil pemeriksaan dahaknya menunjukkan adanya kuman (biasanya disebut BTA positif). Walaupun anak tidak menunjukkan gejala sakit, Anda wajib memeriksakan anak pada dokter untuk dilakukan skrining TB dan upaya pencegahan

Anak yang menunjukkan tanda dan gejala klinis
TB anak merupakan penyakit infeksi sistemik, dan organ yang paling sering terkena adalah paru, walaupun organ lain juga dapat terserang kuman ini. Gejala klinis penyakit TB pada anak dapat berupa gejala sistemik/umum atau sesuai organ terkait.

6 gejala umum tuberkulosis pada anak
Nafsu makan berkurang atau tidak ada sama sekali (anoreksia), disertai gagal tumbuh. Berbeda dengan orang dewasa yang gejala utamanya batuk lama, pada TB anak gejala pertama yang dikenali orangtua adalah pertumbuhan anak yang lebih kecil dari seusianya. Anak terlihat kurus.

Permasalahan berat badan

Berat badan turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas ATAU
Berat badan tidak naik dengan cukup, ATAU
Berat badan tidak naik dalam 1 bulan setelah upaya perbaikan gizi yang baik.
Lesu atau malaise. Anak terlihat malas dan tidak bertenaga melakukan kegiatan. Anak pun terlihat kurang aktif jika diajak bermain.

Batuk lama 3 minggu atau lebih. Batuk bersifat non-remitting yaitu batuk yang tidak pernah reda dan semakin lama semakin parah.

Demam lama (2 minggu atau lebih) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas. Demam umumnya tidak tinggi (badan hangat saja) dan berlangsung lama. Dapat pula disertai keringat malam. Demam yang dialami tidak disebabkan oleh demam tifoid (tipes), infeksi saluran kemih, atau malaria.

Keringat malam. Gejala ini tidak khas pada anak, namun dapat terjadi. Tapi kita harus perhatikan pula, bila hanya keringat malam saja tanpa disertai dengan gejala-gejala umum lain, ini mungkin bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Gejala pada anak jika kuman TB menyerang organ tubuh lain
Infeksi kuman TB tidak terbatas pada paru. Seluruh organ di tubuh dapat diserang oleh kuman ini. Oleh karena itu, gejala khusus juga akan timbul tergantung pada organ yang terkena. Di bawah ini adalah organ yang sering diserang kuman TB pada anak-anak.

1. Tuberkulosis kelenjar
TB jenis ini menyerang terbanyak di daerah leher, dengan gejala pembesaran kelenjar getah bening yang banyak dengan diameter ≥ 1 cm. Biasanya benjolan itu saling melekat sehingga berbentuk seperti kelereng yang berderet dengan konsistensi kenyal. Benjolan ini tidak nyeri.

2. Tuberkulosis otak dan selaput otak (meningitis TB)
Kuman TB juga gampang tersebar ke otak. Bila selaput otak yang terkena, anak akan menunjukkan gejala rewel, sakit kepala, kaku, sampai kejang. Hal ini terjadi akibat keterlibatan saraf-saraf otak yang terkena. Hati-hati bila anak cenderung diam dan mengantuk. Itu adalah tanda anak mengalami penurunan kesadaran

3. Tuberkulosis tulang
Tergantung dari bagian tulang yang terkena, seperti:

TB tulang belakang (spondilitis): penonjolan tulang belakang (gibbus).
TB tulang panggul (koksitis): pincang, gangguan berjalan, atau tanda peradangan di daerah panggul.
TB tulang lutut (gonitis): pincang dan/atau bengkak pada lutut tanpa sebab yang jelas.
TB tulang kaki dan tangan (spina ventosa/daktilitis): bengkak pada persendian tangan atau kaki
4. Skrofuloderma
Disebut juga tuberkulosis kulit. Gejalanya ditandai dengan adanya luka atau borok yang disertai dengan adanya fistula/jembatan kulit antar tepi luka (skin bridge). Biasanya juga anak disertai dengan demam karena proses infeksi yang berlangsung.

5. Tuberkulosis usus
Adanya gejala-gejala pencernaan, seperti kembung, diare, nyeri perut. Biasanya anak sangat rewel. Komplikasi TB usus adalah radang selaput perut yang biasa disebut peritonitis TB.

6. Tuberkulosis ginjal
Dicurigai bila ditemukan gejala gangguan pada organ ginjal yaitu gangguan buang air kecil, urin yang terlalu pekat, dan nyeri pinggang tanpa sebab yang jelas dan disertai kecurigaan adanya infeksi TB. (*)

Komentar Anda

comments