Canggih, Inovator Asal Tangsel Ini Bisa Buka Palang Pintu Pakai e-KTP

oleh -
Inovasi i-KTP yang diciptakan inovator asal Pondok Cabe, Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Puluhan peserta Lomba Teknologi Tepat Guna ke-tujuh memamerkan inovasinya di area Institut Teknologi Indonesia (ITI) pada Senin (29/4/2019). Salah satunya Sofyan dengan i-KTP System, yakni inovasi atau perangkat yang dapat diakses dengan e-KTP.

Menurut Sofyan, ide telah tertuang saat 2016 lalu saat menyusun tugas praktek. Kemudian, pria asal Pondok Cabe, Pamulang ini mendengar pernyataan Sandiaga Uno saat debat Capres yang mengatakan bahwa e-KTP merupakan kartu sakti yang telah dimiliki semua orang.

Ia menambahkan, alat ini dibuat se-portable mungkin agar memudahkan dalam pengaplikasiannya terhadap perangkat-perangkat yang ingin diakses dengan e-KTP. Cukup dengan men-tap dibidang pembaca e-KTP maka pembacaan tersebut terintegrasi oleh cip komputer mini yang akan mengakses keluarannya sesuai dengan program yang diberikan.

“Contoh, bila kita memasuki palang pintu mal atau tol maka aktuatornya adalah motor penggerak palang, jika kita mengaplikasikannya sebagai alat pembayaran listrik maka outputnya adalah integrasi dengan akses pembayaran di PLN,” jelasnya.

Alat ini menjawab seberapa canggih e-KTP yang telah menjadi program pemerintah sejak beberapa tahun silam. Dengan adanya alat ini diharapkan mampu terintegrasi dengan beberapa sektor mulai ekonomi sampai kebijakan pemerintah hingga memudahkan pemerintah dalam memonitor perkembangan ekonomi masyarakatnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan melihat banyak inovasi yang dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Daerah, seperti i-KTP system yang luar biasa dan sejalan dengan Mendagri.

“Saya tertarik dan apa yang bisa kita adopsi, ya kita adopsi. Kita programkan biayanya. Saya berpesan kepada para inovator, agar jangan sampai teknologi melunturkan budaya. Karena teknologi dibuat guna mendekatkan hubungan manusia dengan manusia,” ungkapnya.

Ia berharap jangan sampai teknologi mengubah budi pekerti, nilai kemanusiaan dan kebudayaan. “Artinya kita harus memiliki kearifan dan benteng atas teknologi yang ada. Jangan lupa kita adalah anak bangsa yang harus tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi,” tandasnya. (nad)

Komentar Anda

comments