Pemilu 2019 Banyak Makan Korban, Ini Kata Wakil Walikota Tangsel

oleh -
Keluarga Almarhum Hanapi, Ketua KPPS yang meninggal saat mengawal proses Pemilu 2019. Foto: Ist

Palapanews.com- Banyaknya anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal pada proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menjadi perhatian semua pihak. Termasuk Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie yang mengaku prihatin.

Wakil Walikota Tangsel dua periode ini mengatakan bahwa penyelenggaraan Pemilu kali ini sangat menguras tenaga. Apalagi proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan yang saat ini sedang berlangsung.

Benyamin mengambil contoh simulasi penghitungan suara di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang membutuhkan waktu sampai satu jam.

“Penghitungan suara di tingkat kecamatan ini sangat melelahkan, waktu simulasi sudah dihitung bahwa satu TPS membutuhkan waktu 55 menit, hampir satu jam. Jadi bayangkan kecamatan Pamulang dengan 931 TPS kemudian Pondok Aren 800 kurang 1 TPS diperkirakan 17 hari. Petugas penghitungnya tidak berubah, saksi juga, ini sangat melelahkan,” ujarnya, Selasa (23/4/2019).

Dirinya juga meminta petugas medis untuk terus siaga di setiap tempat rekapitulasi yang berada di tujuh kecamatan di Kota Tangsel

Selain itu, para camat juga diimbau untuk terus memperhatikan para petugas yang sedang bekerja di wilayahnya masing-masing.

“Saya sudah mengimbau kepada para camat ya makanan jangan sampai kurang lah saat proses penghitungan. Karena penghitungan dimulai dari pukul 9 pagi hari sampai seselesainya ada yang sampai subuh ada yang sampai jam 12 malam,” katanya.

Dalam Pemilu 2019, Hanapi, warga Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangsel meninggal dunia setelah berhari-hari sibuk mengurus TPS-nya.

Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada 18 April saat dirinya dipercaya menjadi Ketua KPPS di TPS 50 Jurang Mangu Timur. (nad)

Komentar Anda

comments