Kenali Sindrom Koroner Akut & Gejalanya

oleh -
Tim dokter jantung dan bedah jantung Siloam Hospital Lippo Village. Foto: Mat

Palapanews.com- Penyakit jantung menjadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Nyatanya, ada beberapa jenis penyakit jantung seperti dikungkapkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Lippo Village, Dr.dr Sunanto, Sp.JP (K).

Ia menjelaskan, salah satunya adalah ST segment elevation myocardial infarction (STEMI) yang merupakan serangan jantung parah dan dibutuhkan perawatan segera. Kasus serangan jantung seperti ini paling sering terjadi dan disebabkan oleh arteri koroner yang tersumbat penuh sehingga darah tidak masuk ke jantung.

“Akibatnya, sebagian otot jantung tidak menerima pasokan darah sehingga berhenti berfungsi,” jelas Dr dr Sunanto.

STEMI memiliki beberapa gejala utama seperti nyeri dan sesak pada bagian tengah dada. Beberapa orang mengalami sakit di satu atau kedua sisi lengan, punggung, leher serta rahang.

Gejala lain STEMI yang ditimbulkan seperti mual, sesak nafas, gelisah, kepala terasa ringan (kliyengan) serta muncul keringat dingin.

Untuk serangan jantung Non-ST segment elevation myocardial infarction (NSTEMI), berbeda dengan STEMI.

NSTEMI adalah jenis serangan jantung yang ditandai dengan penyumbatan sebagian pada bagian arteri koroner. Sehingga, aliran darah ke jantung jadi sangat terbatas.

“Meski berbeda dengan STEMI, jenis serangan jantung satu ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung,” terangnya.

Ada beberapa gejala yang sering muncul saat terkena NSTEMI. Seperti sesak nafas, rasa sakit di dada, rasa sakit pada rahang, leher, punggung hingga perut, pusing, mual dan keringat berlebih.

Sunanto menjelaskan, saat ini, penanganan berbagai kasus gangguan jantung dapat ditangani dengan baik di Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang.

Selain didukung perlengkapan peralatan canggih, SHLV juga didukung 15 dokter spesialis jantung dan 5 dokter spesialis bedah jantung.

“Tim dokter spesialis jantung tersebut juga selalu membuat diskusi satu minggu sekali untuk mendiskusikan setiap permasalahan yang terjadi pada pasien jantung dan cara pengobatannya,” ungkapnya. (mat)

Komentar Anda

comments