DPR Bakal Undang Komunitas Esports Bahas RUU

oleh -
Charles Honoris bersama para pelaku eSports tanah air. Foto: Nad

Palapanews.com- Perkembangan esports, olahraga elektronik yang cukup pesat di Indonesia membuat sebagian besar gamers berlomba-Iomba untuk menjadi yang paling terbaik dan patut diapresiasi.

Oleh sebeb itu, Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) akan mengundang komunitas esport se-Indonesia untuk membahas rancangan undang-undang esport. Hal tersebut untuk mengetahui secara Iangsung kondisi riil esport di Indonesia saat ini.

Hal tersebut dikatakan anggota DPR RI, Charles Honoris Komisi I DPR RI yang turut mencoba permainan PUBG Mobile dalam turnamen offlline bertajuk Mobile Esports Cup 2019, di Mal Mangga Dua, Minggu (17/3/2019).

“Kita ingun mengundang komunitas esports, karena sampai hari ini kita belum pernah berdialog dengan komunitas itu sendiri. Nantinya kondisi riil dilapangan seperti apa, kendalanya apa, positifnya apa, kita usulkan kepada pemerintah regulasinya untuk membuat ekosistem esports yang positif,” katanya yang juga Caleg DPR RI dapil DKI Jakarta III.

Regulasi mengenai esports baru satu dikeluarkan dari peraturan Menkominfo Nomor 11 tahun 2016 tentang klasiflkasi permainan interaktif elektronik yang membahas batasan usia. Dimana pengembang game lokal untuk mengategorikan permainan sesuai dengan batas umur yang telah diatur dalam lndonesia Game Rating System (IGRS).

“IGRS sudah mengklasifikasikan kelompok usia gamer, yakni usia 3 tahun ke atas, 7 tahun ke atas, usia 13 tahun ke atas, 18 tahun ke atas semua usia. Kedepannya kami usulkan dalam gaming perlukah ada registrasi nama dan usia, misalnya untuk anak-anak sekolah main game di waktu tertentu, dan di jam sekolah tidak bisa live game, kita batasi seperti itu,” jelasnya.

Program palapa ring negara sudah menghabiskan Rp 3 triliun pertahun untuk membangun jaringan palapa ring, dimana target 2019 tidak ada Iagi wilayah yang tidak terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi dan internet. Dan saat ini sudah mencapai 80 persen, tentunya akan membantu perkembangan esports dalam mencari talenta-talenta baru di seluruh pelosok daerah.

Sementara CEO NXL Richard Permana menyambut positif ajakan DPR RI untuk duduk bareng membahas regulasi yang dibutuhkan perkembangan esports. Bahkan ia akan menyampaikan kendala yang dialami dalam olaraga elektronik tersebut saat ini. Seperti perlunya infrastruktur internet, event-event regular resmi dari pemerintah.

“Kami berharap kalau bisa sebulan sekali diadakan event-event espor bukan hanya dua tahun sekali atau setahun sekali, haI ini guna menciptakan atlet-atlet esports yang siap berkancah di dunia internasional,” harapnya. (nad)

Komentar Anda

comments