Gubernur Banten Minta Kota Tangerang Perhatikan Kaum Marginal

Palapanews.com- Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, Kota Tangerang harus lebih ramah ke semua elemen masyarakat mengingat telah bertambah usia menjadi 26 tahun.

Pria yang akrab disapa WH ini menegaskan, agar lebih memperhatikan kaum marginal di Kota Tangerang seperti warga disabilitas dan warga perbatasan.

“Harus tetap diperhatikan di tengah menderunya teknologi masih ada penduduk yang harus mendapatkan fasilitas. Kaum marginal harus jadi perhatian dan kaum disabilitas juga seperti tersedia jalannya,” ujar Wahidin usai Rapat Paripurna merayakan HUT ke-26 Kota Tangerang, Kamis, 28 Februari 2019.

WH juga memuji kemajuan Kota Tangerang yang bertumbuh pesat dari segi teknologi dan fasilitas pelayanan publiknya. Dirinya pun meminta tetap memberikan pendekatan humanis kepada kaum marginal. Sebab, Kota Tangerang dianggap jauh lebih maju dari daerah yang ada di Banten.

“Dengan teknologinya yang berkemajuan. Tapi jangan lupa bahwa ada masyarakat sebagai penghuni kota pendekatan secara humanis. Kota Tangerang sudah tumbuh berkembang dengan pesat beda dengan kota yang ada di provinsi, ini lebih maju,” kata WH.

Selain itu, WH pun menyinggung terkait angka pengangguran. Ia menyebut Kota Tangerang menjadi peringkat keempat penyumbang angka pengangguran tertinggi Provinsi Banten Banten.

“Selain itu, perlu diantisipasi pula persoalan perkotaan lainnya seperti anak-anak nakal, penyakit, persoalan tanah yang masih dikuasai pemerintah pusat, saya terus berikan spirit ke pak Arief agar dapat diperjuangkan,” jelasnya.

Sementara, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah menuturkan, jumlah pengangguran di Kota Tangerang perlu ditinjau ulang. Pasalnya, Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang sedang mengadakan job fair di 13 Kecamatan secara serentak namun, jumlah peserta jauh di bawah harapan.

“Teman-teman Disnaker sedang mengadakan job fair di 13 kecamatan. Dua ribu lapangan kerja dibuka tapi yang hadir cuma enam ratus. Makanya kemarin ada masukan ingin cek kembali data penangguran,” kata Arief.(rik)