Jangan Salah Ya, GERD dan Mag Itu Berbeda

oleh -
Beda GERD dan Mag. Foto: klikfokter.com

Palapanews.com- Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)? Penyakit ini adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Apa beda GERD dan penyakit mag? Apakah terapi keduanya sama?

Perbedaan GERD dan sakit mag

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit pencernaan ketika asam lambung naik kembali ke esofagus (kerongkongan). Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada esofagus. Hal inilah yang menyebabkan berbagai keluhan pada pasien yang menderita GERD.

Dalam keadaan normal, asam lambung akan tersimpan di dalam lambung dan tidak naik ke kerongkongan. Namun pada kasus GERD, terdapat suatu kelainan. Makanan yang sudah ditampung di lambung naik kembali ke kerongkongan atau cairan asam lambung mengalami aliran balik ke kerongkongan. Penyakit GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES) yang berfungsi menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan.

Penyakit GERD yang tidak ditangani dengaJangan Salah, GERD dan Mag Itu Bedan baik, dikutip dari Klikdokter.com, dapat menimbulkan komplikasi. Asam lambung bersifat iritatif dan menyebabkan luka pada dinding esofagus. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada esofagus (esofagitis) yang dapat menyebabkan perdarahan, hingga jaringan parut pada esofagus. Perdarahan esofagus dapat begitu berat sehingga menyebabkan keadaan anemia berat.

Bahkan dalam jangka panjang, bagian yang luka pada esofagus dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut pada esofagus. Jaringan parut ini dapat membuat esofagus menjadi lebih sempit yang selanjutnya akan mengganggu proses menelan. Salah satu komplikasi dari GERD yang perlu diwaspadai adalah terjadinya Barrett’s esofagus. Ini adalah lesi prekanker yang menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kanker esofagus di kemudian hari.

Sementara itu, penyakit sindrom dispepsia atau yang akrab dengan sakit mag merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna yang terdiri dari perut kembung, terasa penuh dan nyeri ulu hati.

Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung. Ulkus lambung adalah adanya perlukaan asam lambung dengan kerusakan epitel lambung. Berbeda dengan sakit GERD, pada sakit mag umumnya tidak dijumpai adanya kenaikan asam lambung ke kerongkongan.

Bagaimana penanganan GERD?

Terdapat beberapa cara untuk mengurangi keluhan refluk asam lambung. Asam lambung dapat dikurangi dengan melakukan beberapa perubahan pola hidup seperti ini.

  • Hindari makanan pedas, terlalu asam
  • Hindari konsumsi kopi
  • Makanlah dengan porsi sedikit, tapi sering (porsi kecil dan sering)
  • Coba hindari stres, carilah kegiatan yang positif untuk mengurangi keadaan stres Anda. Stres psikis dapat menyebabkan peningkatan asam lambung.

Selain perubahan pola hidup seperti yang tertera di atas, terdapat beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk mengurangi gejala pasien. GERD dapat diterapi dengan memberikan obat penekan asam lambung, seperti omeprazole, lansoprazole, pantoprazole. Obat ini dikonsumsi sebelum makan. Obat ini bekerja dengan menekan produksi asam lambung, sehingga tidak terjadi refluks asam lambung ke kerongkongan.

Jika dengan pengobatan yang optimal GERD masih tidak dapat dapat diatasi maka diperlukan adanya tindakan pembedahan yang dilakukan oleh dokter. Pembedahan ditujukan untuk meningkatkan kekuatan sfingter esofagus agar asam lambung tidak mengalir kembali ke esofagus.

Kini, Anda sudah tahu perbedaan antara GERD dan sakit mag. Jika Anda mengalami sejumlah gejala dari kedua penyakit tersebut dan memerlukan penanganan yang tepat, segera periksakan diri ke dokter. (red)

Komentar Anda

comments