Palapanews.com- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menilai stok darah di wilayahnya masih di bawah potensi. Saat ini, PMI memiliki sekitar 1.500 kantong per bulan yang seharusnya mencapai 3.000 kantong per bulan.
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Tangsel, Suhara Manullang mengatakan stok itu masih jauh di bawah potensi yang seharusnya. Dengan 29 rumah sakit, enam di antaranya tipe B, kebutuhan darah di Tangsel seharusnya mencapai 3.000 kantong per bulan.
“Contoh, RSU saja sebulan 500-600 kantong darah. Artinya kalau semua butuh, kita kurang,” ujar Suhara di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel, Pamulang, Rabu (14/11/2018).
Namun, Suhara menjelaskan, pihaknya membuka jejaring dengan PMI di wilayah lain. Dengan begitu, ketika terjadi kekurangan dapat langsung diatasi.
Selama ini, Suhara mengaku, PMI mengumpulkan darah dengan menunggu pendonor datang dan juga menjemput bola. Dari pendonor yang datang, kata dia, umumnya didapatkan 300-400 kantong darah per bulan. Sementara dari unit yang berkeliling didapatkan sekitar 1.000 kantong per bulan.
“Setiap bulan kita harus evaluasi. Karena potensi pendonor ini harus kita kelola, jangan sampai menumpuk pada bulan tertentu,” jelas Suhara.
Suhara menuturkan, untuk sementara ini 1.500 kantong darah per bulan sudah mencukupi sudah mencukupi kebutuhan di wilayah Tangsel. Pasalnya, belum semua rumah sakit kerja sama dengan PMI. Ia menyebut, baru 18 dari 29 rumah sakit di Tangsel yang kerja sama dengan PMI. (rik)
