Danish Culinary School Ciptakan Entrepreneur Baru

oleh
Suasana pembukaan Danish Culinary School. Foto: Nad

Palapanews.com- Dengan diresmikannya Danish Culinary School (DCS) sebagai lembaga edukasi kuliner pertama di Tangerang Selatan (Tangsel), nantinya akan juga akan membuka peluang bagi mahasiswa tersebut untuk menjadi seorang entrepreneur.

Ini dikatakan oleh Direktur DCS, Taufik Hidayat Syah dalam peresmian DCS di Ruko Golden Boulevard, Blok E Nomor 8, BSD City, Tangsel, Selasa (6/11/2018) siang.

“Jika telah memiliki skill dan mampu bersaing, seorang chef bisa menjadi entrepreneur atau wirausaha. Bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap 80 persen lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Lanjut Taufik, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tangsel menyarankan pihaknya membentuk Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) agar bisa langsung bekerjasama. Terlebih, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tangsel didominasi oleh perdagangan barang dan jasa.

Oleh sebab itu, ia menyediakan enam program, lima diantaranya program pilihan yang dapat dipilih oleh lulusan SMA maupun SMK. Diantaranya program sembilan bulan profesional hotel siap kerja, teruntuk bagi lulusan siswa SMA/SMK yang siap bekerja di hotel, restoran atau catering.

“Kedua program enam bulan profesional bagi yang ingin mendalami bidang pastry dan bakery. Ketiga, program tiga bulan cruise ship yang ingin bekerja di kapal pesiar. Keempat program kursus masak harian bagi masyarakat umum yang ingin berlatih memasak. Kelima, program D3 perhotelan, dan program enam bulan sekolah kuliner luar biasa untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Baca Juga: Sekolah Kuliner Pertama di Tangsel Resmi Dibuka

Sementara Sekretaris Disnaker Tangsel, Yanti Sari mengatakan, adanya DCS membuka peluang kerja, namun dengan melatih kompetensi terlebih dahulu. Apalagi menurutnya, di dunia industri seperti ini membutuhkan kompetensi demikian.

“Tangsel kan banyak perhotelan dan restoran dan tenaga-tenaga seperti ini sangat dibutuhkan. Saya melihat peluang terserapnya diatas 50 persen, asal dari perusahaan harus memberikan informasi lowongan kerja itu sendiri,” imbuhnya. (nad)

Komentar Anda

comments