Warga Bintaro Punya Aplikasi Pengelolaan Sampah

oleh -
Peluncuran aplikasi scavenger di Bintaro. Foto: Nad

Palapanews.com- Sebagai proyek percontohan, Scavenger Indonesia bekerjasama dengan perumahan Kebayoran Village Bintaro Jaya meluncurkan aplikasi pengelolaan sampah daur ulang sebagai terobosan inovatif ramah lingkungan yang dapat diakses semua orang dan dapat menguntungkan pemulung di Kebayoran Village Bintaro Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (21/4).

Dalam acara ini turut hadir Ketua RW Kebayoran Village Rusmin Nuryadin, Pendiri Scavenger Indonesia Fio Wibawa, Pengamat Tata Kota Nirwono Joga dan Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Wismansyah.

Pendiri Scavenger Indonesia, Fio Wibawa mengungkapkan Scavenger adalah sebuah proyek yang dinaungi oleh The Better Green People (TBGP) sebagai sarana untuk masyarakat dalam membantu mengelola daur ulang sampah demi terciptanya Iingkungan yang bersih dan sehat.

“Oleh sebab itu dengan adanya aplikasi Scavenger di smartphone diharapkan menjadi sebuah peluang bagi warga dan pemulung agar efisien, aman, dan bersih dalam mengumpulkan sampah daur uIang untuk dijual kembali sehingga memiliki nilai ekonomis,” ungkap siswi British School ini.

Pihaknya telah bekerjasama dengan pemulung di daerah setempat untuk memberikan edukasi tentang cara kerja aplikasi dan kemudahan penggunaan aplikasi Scavenger. Kedepannya diharapkan pemulung dapat bekerja secara optimal untuk membantu warga dalam mengumpulkan dan memilah sampah yang akan di daur uIang oleh mereka.

Ketua RW Kebayoran Village Bintaro Jaya, Rusmin Nuryadin mengatakan adanya aplikasi ‘pemulung berhape’ dinilai lebih efektif daripada bank sampah. Selain itu, aplikasi Scavenger ini bisa mengangkat harkat pemulung.

“Jadi, dengan berpakaian rapi pemulung bisa datang kerumah kapan saja sesuai dengan perintah untuk mengambil sampah yang masih bernilai ekonomis seperti bekas sofa yang tidak terpakai. Hal ini bisa sangat beguna bagi rumah tangga dan pemulung bisa mendapatkan nilai tambah,” ujarnya.

Dengan jumlah sampah yang diangkut lebih kecil dan terseleksi, diharapkan bisa menghemat sampah dan menjadi amal sholeh bagi warga. Ia yakin, program ini bisa membumi dan bisa ditularkan ke klaster lainnya.

“Saya juga akan menyosialisasikan mulai dari Whatsapp Group warga agar bisa bersinergi dalam kepedulian terhadap lingkungan. Tentunya dimulai dari lingkungan rumah sendiri dahulu,” papar Rusmin.

Sementara Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Wismansyah menambahkan kedepan kita harus mengembangkan aplikasi ini untuk warga Tangsel. Nantinya, ia akan menggelar pertemuan lebih lanjut untuk membantu penyelesaian masalah sampah di Kota Tangsel.

“Semoga mental masyarakat zaman now mau berpikir bahwa sampahku adalah tanggung jawabku dan sampah yang berasal dari rumah harus dipilah. Semakin sedikit sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir maka tingkat kesadaran masyarakat semakin bagus.” (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.