Soal Proyek Geothermal, Wagub Banten Dinilai tak Pro Rakyat

oleh -419 views
Ilustrasi. (foto: vetra)

Palapanews.com- Himpunan Mahasiswa Padarincang (HIMAPAR) menyayangkan pernyataan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy soal proyek geotermal di Padarincang, Kabupaten Serang. Pernyataan Wagub dinilai tidak pro terhadap rakyat.

Ketua Umum HIMAPAR, Abdurohman mengatakan warga sekitar menolak pembangunan geothermal dengan landasan dasar yang jelas. Pembangunan geothermal, menurut dia tidak ramah lingkungan. Jadi, persoalan ini tidak ada hubungannya dengan penolakan investasi di wilayah lain di Banten.

“Yang kami tolak adalah investasi yang tidak ramah lingkungan dan tidak ada hubungannya dengan iklim investasi banten yang lainnya,” ungkapnya dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (31/3/2018).

Penolakan warga terhadap proyek geothermal ini, menurut Rohman -sapaan akrabnya- jangan terlalu dipolitisir seolah warga menolak adanya investor masuk ke daerah. Masyarakat, kata dia, bukan anti terhadap pembangunan. Melainkan menolak pembangunan yang bakal membawa dampak buruk ke depannya.

“Jangan terlalu dipolitisir, kami warga Padarincang hanya selektif terhadap investor bukan anti invesvor atau anti pembangunan, tapi kami anti perusakan alam,” Rohman menambahkan.

Diketahui, Wakil Gubernur Banten Andikan Hazrumy mengungkapkan Pemprov tidak ingin ada keributan kembali di lingkungan masyarakat atas sejumlah rencana pembangunan di provinsi paling barat Pulau Jawa ini. Terlebih, menurutnya sudah banyak contoh pembangunan di Provinsi Banten yang ditolak masyarakat dan akhirnya berdampak buruk terhadap iklim investasi di daerah.

“Pada saat itu Danone bermasalah, Mayora bermasalah, sekarang geothermal juga bermasalah. Ke depan kita mau jadi apa nanti? Saat ini bagaimana kita mencari titik terbaik untuk kemajuan Provinsi Banten tanpa merugikan masyarakat, tapi berdampak positif bagi masyarakat. Itu tujuannya,” jelas Andika, Sabtu (24/3/2018) lalu.

Sementara itu, sejak Senin (19/3/2018) masyarakat Desa Batukuwung, Padarincang, kembali melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan proyek geothermal di Gunung Prakasak, Kampung Wangun, Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Warga melakukan protes dengan memblokir akses masuk proyek pengeboran PLTP.

Pemblokiran itu dilakukan masyarakat dengan membentangkan spanduk penolakan bertuliskan “Jalan Ini Disegel Rakyat” hingga menutup seluruh akses masuk proyek geothermal. (awd/one)

Komentar Anda

comments