Kebudayaan Betawi di Tangsel Rawan Punah

oleh -
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengaduk dodol di Festival Lebaran Betawi.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengaduk dodol di Festival Lebaran Betawi.

Palapanews.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Syaifin mengatakan jika kebudayaan Betawi di kota perdagangan dan jasa ini rawan punah. Maka itu, perlu ada regulasi yang mengatur pelestariannya.

“Sekarang kita lihat, untuk bahasa saja sudah sangat jarang sekali yang masih pakai bahasa Betawi asli. Kalau tidak kita perbuat sekarang, maka bisa punah digerus zaman,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Ia menambahkan, dalam pelestarian budaya Betawi diperlukan ketertibatan semua pihak di Kota Tangsel. Maka itu, pada pembahasan Raperda tentang Pelestarian Budaya Betawi itu nantinya akan banyak melibatkan para tokoh dan budayawan Betawi yang ada di Kota Tangsel.

Baca juga: DPRD Tangsel Susun Regulasi Soal Pelestarian Budaya Betawi

“Karena ini kajiannya budaya, maka akan banyak tokoh dan budayawan yang akan kami libatkan dalam penyusunan Raperda ini. agar tidak ada aspek yang tertinggal nantinya,” tandasnya.

Diberitakan, DPRD Kota Tangerang Selatan bakal menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Bahkan, regulasi ini masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propem Perda) 2018. (jok)

Komentar Anda

comments