Ngebet Punya Anak Malah Menculik Bayi

oleh -
Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto (kedua dari kiri) didampingi jajarannya saat gelar perkara di Mapolsek Serpong.
Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto (kedua dari kiri) didampingi jajarannya saat gelar perkara di Mapolsek Serpong.

Palapanews.com- Unit Reskrim Polsek Serpong membongkar aksi pencurian anak yang terjadi di Mal ITC, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bayi bernama Erlangga Aji Pangestu yang diculik NH (32) dari Upik (21), ditemukan dengan keadaan selamat.

Diketahui, sebelumnya pelaku NH dan korban Upik yang juga orangtua asuh Erlangga Aji Pangestu, sudah saling mengenal lantaran berada dalam satu grup Adopsi Anak Indonesia di Facebook. Merasakan nasib yang sama, Upik menjadi mudah mempercayakan anak asuhnya yang berusia 15 hari itu kepada NH.

Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto mengungkapkan NH mengenal ibu korban dari facebook. Dengan menceritakan latar belakang yang sama, akhirnya terjalin pertemanan dunia maya antara pelaku dan ibu korban. Hingga pada Senin (12/6/2017) NH mengunjungi rumah Upik untuk melihat anak yang baru diadopsinya.

“Upik ini ibu asuh dari Erlangga Ajin Pangestu. Merasa nasibnya sama, akhirnya mereka merasa dekat dan saling bercerita. Sayangnya kepercayaan yang diberikan Upik justru disalahgunakan oleh tersangka,” kata Fadli di Mapolsek Serpong, Jumat (16/6/2017).

Dirinya menambahkan modusnya pelaku meminta ibu korban untuk membela makanan cepat saji di kawasan ITC, Serpong. Saat itu dirinya beraksi dengan membawa kabur sang bayi.

Bermodalkan cctv dari Mal tersebut, Polsek Serpong berhasil mengidentifikasi pelaku yang tinggal di kawasan Jakarta Timur.

“Jadi modusnya, pelaku mengajak Upik dan bayinya untuk berjalan-jalan ke ITC. Di dalamnya, pelaku meminta tolong kepada ibu korban untuk membeli makanan. Dari sana, si bayi yang dititipkan kepada pelaku dibawa kabur,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Serpong Kompol Didik Putra Kuncoro mengungkapkan, setelah melakukan pelacakan selama empat hari, akhirnya pelaku ditemukan di kontrakannya di Jakarta Timur dan pelaku diamankan dengan bayi yang ada di kontrakan yang sama.

Dirinya menambahkan kasus ini murni dilatari dengan keinginan tersanga memiliki anak. Kemudian dari kasus ini tersangka terbukti melanggar pasal Pasal 83 jo 76 F  UU RI NO 35 tahun 2014 tentang kasus pelanggaran hak anak. dengan hukuman 3 tahun kurungan penjara, paling lama 15 tahun penjara. (nad)

Komentar Anda

comments