Menyiasati Kadar Gula Darah Bagi Diabetisi Selama Puasa

Dokter Johanes Purwoto, Sp.PD-KEMD (kanan) bersama Alexander Mutak, S.Pd, M.M. (bd)

Palapanews.com – Bulan suci Ramadhan adalah moment special bagi ummat muslim yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Lalu bagaimana dengan mereka yang kurang beruntung tengah menderita sakit diabetes? Masih bisakah mereka untuk berpuasa?

Dokter Johanes Purwoto, Sp.PD-KEMD, dokter diabetologist dan endocrinologist, Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang menyampaikan kabar gembira bagi penderita diabetes atau penyakit kencing manis dengan kriteria tertentu jangan khawatir, mereka masih bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Namun, dengan catatan harus memperhatikan beberapa hal penting agar kondisi kesehatannya tetap stabil dan harus disiplin selama berpuasa. Dan lebih afdol lagi bila sebelum berpuasa penderita diabetes mengunjungi dokter ahli kemudian melakukan konsultasi terkait riwayat penyakit yang dideritanya.

“Penderita diabetes boleh saja berpuasa, tetapi harus selalu waspada. Menjaga pola makan serta rutin melakukan pemeriksaan gula darah, wajib dilakukan. Dengan berpuasa secara teratur, gula darah di dalam tubuh pun dapat terkontrol,” tegas dokter Johanes yang faham betul seluk beluk penyakit diabetes.

Teraturnya pola makan dan pola hidup di bulan Ramadhan, sebenarnya terang Johanes, dapat menjadi ajang latihan kedisiplinan bagi diabetisi. Bisa juga si penderita diabetes melakukan puasa di bulan sebelum Ramadan, untuk melihat kondisi apakah dirinya mampu untuk berpuasa atau tidak.

Namun, bila sudah terlanjur berpuasa, dia harus lebih sering melakukan pemeriksaan glukosa darah. Waktu periksa yang tepat adalah saat tubuh merasa lemah atau tidak enak. Hal itu sesuai tema “Menyiasati Kadar Gula Darah Bagi Diabetisi Selama Puasa” pada perbincangan bersama awak media sekaligus buka berama, Selasa (30/05/2017) di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang.

Dokter Johanes menyebutkan kategori penderita diabetes yakni; penderita dengan risiko sangat tinggi, risiko tinggi, risiko sedang, dan  risiko rendah. Untuk yang berisiko sangat tinggi dan risiko tinggi tidak direkomendasikan berpuasa, sedangkan untuk risiko sedang boleh berpuasa atau tidak dan untuk risiko rendah boleh berpuasa.

Ini beberapa kondisi yang harus menjadi perhatian bagi penderita diabetes yang tengah berpuasa: Gula darah yang normal adalah 70-130 mg/dL (miligram/deciliter), kalau kurang dari 90 mg/dL di sore hari dinilai sudah harus berhati-hati.

Apalagi kurang dari 70 mg/dL, sebaiknya dibatalkan karena tubuh akan semakin drop bila dipaksakan. Ini dikarenakan tak adanya asupan makanan sehingga gula terlalu rendah.

Namun, diabetas juga dianggap berbahaya bila sudah ada diambang 126-300 mg/dL. Untuk itu, dihimbau perlu disiasati kadar gula darah bagi diabetes selama puasa. Bila sudah ada tanda kurang fokus, banyak berkeringat seperti di tangan, jantung berdebar lebih kencang, wajib memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

“Jika drop segera batalkan puasa dengan yang manis, seperti minum sirup atau teh manis. Jika kadar gula tinggi, jangan sampai kekurangan cairan, karena bisa membuat darah kental sehingga berdampak pada jantung dan dapat mengakibatkan stroke,”  papar dokter Johanes.

Disarankan juga bagi penderita diabetes, saat berbuka puasa boleh dengan yang manis, namun jangan terlalu berlebihan karena memicu diabetas jadi resiko tinggi. Minumlah 8 gelas per hari dan diatur waktunya. Tetapi ini juga melihat ukuran tubuh dan jenis pekerjaan seseorang ada di lapangan atau di kantor saja. Hindari kopi dan teh karena menguras cairan dalam tubuh dan membuat tubuh selalu ingin buang air kecil.

“Perbanyak makan buah dan sayuran berserat tinggi, kurangi daging sapi atau kambing dan lebih baik daging ayam tanpa kulit atau ikan. Sementara untuk sumber karbohidrat, sebaiknya dianjurkan nasi merah, atau roti gandum. Hindari sumber lemak jahat seperti santan dan gorengan,” tambahnya.

Jika ingin berolahraga, penderita diabetes bisa melakukan Taraweh. Gerakan shalat sama dengan berolahraga. Obat paling murah untuk penderita diabetes adalah diet dan olahraga teratur, serta sering memeriksakan diri ke dokter. (bd)

Komentar Anda

comments