UKM Tangsel Pamerkan Produk di Living World

oleh -
Kepala Dinkop dan UKM Kota Tangsel, Warman Syanudin. (nad)
Kepala Dinkop dan UKM Kota Tangsel, Warman Syanudin. (nad)
Kepala Dinkop dan UKM Kota Tangsel, Warman Syanudin. (nad)

Palapanews.com- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bekerjasama dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) menggelar pameran bertema The 2nd Living World Art and Craft yang berlangsung selama 10  hari, dari (28/9/2016) hingga (9/10/2016).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangsel, Warman Syanudian mengatakan dalam pameran tersebut ada 48 stand. Empat stand di antaranya untuk UKM Tangsel yang diisi oleh 20 UKM dengan menampilkan fashion dan perlengkapannya.

“Kalau sebelumnya lebih banyak ke handicraft tapi tahun ini menampilkan banyak fashion dan pernak-perniknya, seperti batik dan perlengkapan tidur seperti bedcover,” katanya.

Para peserta yang ikut selama 10 hari tidak dipungut biaya karena sudah ditanggung oleh Asephi dengan harapan harga yang dijual tidak menjadi mahal. Harga jual tetap seperti biasa di luar mal sehingga pembeli akan lebih menyukai hasil karya rumahan para peserta.

“Meski di dalam mal mewah harga jual tetap tidak dinaikkan. Ini sengaja supaya pembeli mengenal lebih dahulu jenis dan kualitasnya,” papar Warman.

Bukan hanya mengejar omset selama pameran lebih dari sepekan, tapi bagaimana para pelaku dapat membuka jaringan sehingga bisa saling bertukar informasi dan cara mendapatkan pemesanan.

Ketua Umum Asosiasi dan Eksportir Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil dalam memperkenalkan produknya kepada masyarakat secara luas. Makanya pihaknya membuka pameran di mal-mal besar yang ada di berbagai kota di Indonesia.

“Sudah menjadi kewajiban kiya bersama untuk membantu pengrajin yang ada di pelosok daerah demi memperkuat perekonomian bangsa,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments