WFMD Tawarkan Solusi Praktis Hadapi Tantangan Baru Industri Media

oleh -
Yosep Adi Prasetyo, Chairman GFMD Leon Willems dan Rektor UMN Dr. Ninok Leksono. (bd)
Yosep Adi Prasetyo, Chairman GFMD Leon Willems dan Rektor UMN Dr. Ninok Leksono. (bd)
Yosep Adi Prasetyo, Chairman GFMD Leon Willems dan Rektor UMN Dr. Ninok Leksono. (bd)

Tangerang – Global Forum for Media Development (GFMD) bersama Dewan Pers dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan World Forum for Media Development (WFMD) pada 20-22 September 2016.

Forum ini, dihadiri sekitar 500 peserta dari 62 negara, terdiri dari; jurnalis, akademisi, praktisi dan pegiat media. Seluruh rangkaian kegiatan konferensi dan pertemuan dilaksanakan di kampus Universitas Multimedia Nusantara, Serpong.

Mengambil tema utama “Decoding the Future: Rethinking Media for a New World,” dari forum ini,  diharapkan bisa menjadi wahana berbagi pengalaman, tukar gagasan, mengetahui teknologi komunikasi terbaru, dan mendiskusikan hasil riset.

Forum juga diarahkan untuk menawarkan solusi praktis menghadapi tantangan baru industri media, seperti kemampuan meliput, mengakses informasi, dan melindungi wartawan.

Sementara agenda diskusi forum membahas tentang peran media dalam mengkonter agenda kelompok radikal, melihat trend media di kawasan Asia, serta menggagas berbagai inovasi yang ditawarkan media baru.

Leon Willems, Chairman Global Forum Media for Development mengungkapkan, Jakarta merupakan tempat ideal untuk mendiskusikan tren media terbaru.  Selain menjadi simbol suksesnya transisi demokrasi, Jakarta juga dikenal sangat cepat mengadopsi teknologi informasi, seperti media sosial, untuk menyuarakan hak publik dan partisipasi politik.

“Jakarta berada di persilangan berbagai agama dan budaya, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dari berbagi sector,” tambah Leon.

Yosep Adi Prasetyo, ketua Dewan Pers mengutarakan, penyelenggaraan WFMD di Jakarta merupakan prestasi bagi Indonesia. Melalui World Forum ini, tersedia forum bagi jurnalis, akademisi, dan pegiat media di Indonesia untuk diskusi dan membahas secara mendalam isu-isu jurnalisme di Indonesia dalam kancah internasional.

Ini rangkaian dari kegiatan WFMD pada hari pertama dengan menyajikan berbagai sesi yang dibagi ke dalam beberapa kategori sesi seperti Grand Debate, Best Practices, Learning, serta Doing. Mengangkat tema An Enabler for All Other Development Goals, D. Broderick selaku UN Resident Coordinator, M. Suryodiningrat (Indonesia), D. Holmertz, Swedish MFA (Sweden), serta E. Hafild (Indonesia) hadir pada sesi Grand Debate pertama.

Di sesi Grand Debate lanjutan hadir B. Harymurti, Tempo (Indonesa), M. Ressa, Rapler (Philippines), K. Sen, WAU (Australia), P. Chandran, Malaysiakini (Malaysia) dan D. Anwar, CNN Indonesia (Indonesia) yang mendiskusikan tema Success Factors of Asian Media Organizations.

Dalam kategori Best Practice disajikan 5 sesi menarik diantaranya; yaitu sesi bertema National Information Commission bersama J. Fresly (Indonesia). H. Al-Mogummer, Al-Jazeera (Sudan) hadir membahas mengenai Safeguarding Journalists In High Risk Zones : The International Declaration on The Protection of Journalists. (bd)

Komentar Anda

comments