Walhi: Penggusuran Dadap Didompleng Kepentingan Pengembang

oleh -
Ricuh, sosialisasi rencana penertiban Dadap Cheng In. (eni)
Ricuh, sosialisasi rencana penertiban Dadap Cheng In. (eni)
Ricuh, sosialisasi rencana penertiban Dadap Cheng In. (eni)

Tangerang, PalapaNews.com – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta Puput TD Putra mencium adanya kepentingan pengembang dibalik penggusuran lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Ia menilai, lokasi Dadap yang langsung berbatasan dengan Pulau A dan Pulau C dinilai sangat strategis dan bisa menjadi akses dan pintu masuk ke pulau tersebut. Bahkan, dari bibir pantai Dadap sudah bisa dilihat dengan mata telanjang proyek reklamasi tersebut.

Jalan Dadap Cheng In juga dinilai sangat strategis serta memiliki akses dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terlebih rencananya akan ada tol terusan yang akan terhubung langsung ke lokasi tersebut.

”Kuat dugaan bahwa penggusuran tersebut ada kepentingan pengambang. Dari kajian kami, banyak cacat tersembunyi dari proyek reklamasi tersebut. Bahkan ada beberapa pelanggaran HAM. Dan melakukan kemiskinan secara terstruktur,” ujar Puput, Rabu (11/5/2016).

Misalnya saja para nelayan yang tidak boleh melaut di dekat pulau reklamasi. Hal ini sudah merupakan pelanggaran HAM. Para nelayan juga harus melaut lebih jauh, kerana ekosistem laut sudah terganggu dengan adanya proyek reklamasi.

Dari pengamatan tim advokasi Walhi di lapangan, kata dia wilayah reklamasi di pesisir Utara Kabupaten Tangerang masih berjalan hingga saat ini. Namun pihaknya sudah melaporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

”Kami melihat besar kemungkinan penggusuran ini erat kaitannya dengan kepentinagan pengambang lintar provinsi Jakarta-Banten,” kata Puput menandaskan. (eni)

Komentar Anda

comments