Pemkot Tangerang Susun Perwal Atasi Bisnis Esek-esek

oleh -
Terapis dari dua panti pijat didata petugas Satpol PP. (eni)
Terapis dari dua panti pijat didata petugas Satpol PP. (eni)

Tangerang, PalapaNews.com – Pemerintah Kota Tangerang didorong membuat regulasi lebih tegas untuk memberantas bisnis esek-esek di kota berjuluk Aklakul Karimah itu. Pasalnya, regulasi yang ada saat ini dinilai kurang tegas.

“Sanksi yang sekarang tidak membuat efek jera. Pelaku dan pengusahanya cuma dikenai sidang tipiring (tindak pidana ringan) dengan denda Rp90 ribu sampai Rp900 ribu,” kata Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana, Rabu (27/4/2016).

Untuk membuat penegasan Perda No 7 dan 8 Tahun 2005, menurutnya perlu dibuat Peraturan Walikota (Perwal). Nantinya, Perwal itu yang bakal mengatur lebih spesifik soal sanksinya.

”Kami sedang bahas dengan Asda I terkati regulasinya, mulai dari tata letak ruangan panti pijat sampai dekorasi ruangan,” ujar Mumung.

Asisten Daerah I Kota Tangerang, Saeful Rohman mengaku bakal segera membahas untuk membuat Perwal. Ia akui, saat ini bisnis esek-esek berkedok panti pijat kian marak di Kota Tangerang.

“Sudah diatur di Perda Nomor 7 dan 8. Yang pasti kami akan berkoordinasi dengan bidang kepariwisataan untuk mengatur lebih detail regulasi ini. Meskipun sanksi yang di tentukan sudah jelas. Yang pasti harus segera dibuat Perwalnya,” kata dia. (eni)

Komentar Anda

comments