2 Kota di Banten Punya Potensi Wujudkan Smart City

oleh -
Rapat Koordinasi Bank Indonesia Cabang Banten dengan Pemerintah Daerah. (eni)
Rapat Koordinasi Bank Indonesia Cabang Banten dengan Pemerintah Daerah. (eni)
Rapat Koordinasi Bank Indonesia Cabang Banten dengan Pemerintah Daerah. (eni)

Tangerang, PalapaNews.com – Dua daerah di Banten, yakni Kota Tangerang dan Tangerang Selatan terus maju secara positif. Saat ini pun, perlahan mulai dirintis pengembangan aplikasi online pada beberapa sektor layanan kepada masyarakat.

Dasar layanan itu, merupakan rintisan dari konsep Smart City. Pembangunan Smart city dibutuhkan perencanaan yang tepat khususnya pada daerah-daerah yang menjadi sasaran urbanisasi.

Dirintisnya konsep Smart city diharapkan dapat membuat mengurangi berbagai permasalahan perkotaan.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan konsep smart city ini didorong agar masyarakat dapat berperan aktif dan efisien bagaimana manusia yang peduli terhadap lingkungan.

Tak hanya itu, kecanggihan Kota Tangerang membangun gedung command center dinilai menjadi sebuah terobosan bagi suatu kota. Beberapa aplikasi yang dihadirkan diharapkan dapat membantu setiap permasalahan yang ada di Kota Tangerang.

”Ada beberapa aplikasi yang kami hadirkan, ada layanan pencari kerja, layanan pengaduan, dan beberapa layanan lainnya. Masyarakat bisa langsung mengadukan berbagai problematika yang ada di Kota Tangerang,” papar walikota dalam rapat koordinasi Bank Indonesia di Hotel Allium, Kamis (21/4/2016).

Smart City merupakan sebuah konsep kota yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada. Dengan lebih efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada publik maupun lembaga dalam melakukan kegiatannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya sebagai pendatang baru hingga kini terus mengembangkan beberapa aplikasi diantaranya adalah sisumaker (sistem surat masuk dan keluar) yang saat ini sudah diterapkan.

“Masih perlu sosialisasi masih ada beberapa kepala OPD yang belum paham menggunakan aplikasi tersebut,” kata dia.

Konsep layanan publik sebagai kota cerdas juga terus dilakukan yakni melanjutkan penataan pembangunan kota yang baik. Ada juga meningkatkan pembangunan kota yang berbasis teknologi.

”Di bidang layanan kesehatan, kami juga meluncurkan aplikasi. Bukannya pasien tidak bertemu dengan dokter, tetapi antre di rumah sakit sudah tidak perlu. Masyarakat hanya tinggal mengirimkan SMS, yang selanjutnya akan ditanggapi,” kata Benyamin.

Benyamin menambahkan, perluasan implementasi elektonifikasi di daerah sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung pengembangan konsep smart city. Dibutuhkan strategi yang tepat untuk mendukung tercapainya smart city yang religius. (eni)

Komentar Anda

comments