Jumlah Bencana Banjir di Tangsel Menurun

oleh -
Warga melintasi genangan air di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Tangsel. (dok)
Warga melintasi genangan air di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Tangsel. (dok)
Warga melintasi genangan air di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Tangsel. (dok)

Tangsel, PalapaNews — Jumlah bencana banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada awal 2016 ini menurun signifikan dibandingkan 2015 silam. Terlebih, dari 31 blok banjir yang ada saat ini sudah tertangani 28 blok.

“Makanya sekarang skor bencana nilainya 5 persen,” kata Kepala Bidang‎ Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Bambang Hartoko Tribangun

Pemberian nilai skor‎ bencana di Kota Tangsel, menurutnya ditentukan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Skor 5 persen terkait rendahnya kerawanan dan potensi bencana telah menjadi peringkat teratas se-Provinsi Banten.

‎Bambang mencatat, hasil inventarisir sepanjang periode 2012 ada 66 kejadian, 2013 ada 81, 2014 ada 59, 2015 ada 20, dan sampai dengan pertengahan Maret 2016 ini musibah banjir di Kota Tangsel baru ada 6 kejadian‎.

“Beda dengan wilayah lainnya di Banten. Seperti di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang‎, Kabupaten Lebak, angka bencana di Tangsel lebih rendah sekarang ini,” ujarnya.

Bambang bilang, rendahnya nilai skor kejadian bencana berimbas pada ‎pemberian bantuan yang disalurkan kepada kabupaten/kota. BNPB selalu mengkaji penyaluran bantuan berdasarkan hasil skor terjadinya bencana.

Contohnya seperti pengajuan bantuan peralatan penanggulangan bencana berupa mobil rescue. BNPB tidak mengabulkan permohonan BPBD Tangsel dengan alasan nilai skor kejadian bencana di daerah pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini tergolong rendah.

Padahal, tambah Bambang, berdasarkan Peraturan Kepala BNPB Nomor 17 Tahun 2019 tentang Standar Peralatan Penanggulangan Bencana setiap daerah mesti lengkap. Sementara sayu unit armada mobil rescue yang‎ dimiliki BPBD Tangsel sudah uzur, dan ketersediaan suku cadang pun sudah sulit.

“Tapi saya akan terus mengawal biar BPBD Tangsel bisa mendapatkan tambahan peralatan,” tambah Bambang.

Menurutnya, kategori bencana yang terjadi di Kota Tangsel lebih didominasi pada banjir. Sedangkan sisanya berupa tanah longsor, pohon tumbang dan lain-lain tapi kasusnya jarang terjadi. (ymw)

Komentar Anda

comments