Klinik Warsito Rekrut Peneliti Muda Indonesia

oleh -
Menristek Dikti saat kunjungan ke Laboratorium Riset Kanker PT Edwar Technology. (don)
Menristek Dikti saat kunjungan ke Laboratorium Riset Kanker PT Edwar Technology. (don)
Menristek Dikti saat kunjungan ke Laboratorium Riset Kanker PT Edwar Technology. (don)

PalapaNews- Meski menuai pro dan kontra, ternyata keberadaan CTECH Laboratorium Edwar Technology milik Warsito Purwo Taruno yang berlokasi di Jalan Sutera Kav Spektra Blok 23BC No.10-12 Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, ternyata banyak memberdayakan ilmuan lokal dari berbagai kampus negeri ternama di Indonesia.

“Kami merekrut lulusan terbaik dari universitas unggulan di Indonesia. Untuk turut serta di riset ini,” ungkap Warsito sembari memperkenalkan ke Menristek-DIKTI Moh.Nasir, Senin (11/1/2016).

Dia menyebutkan, beberapa orang kepercayaannya berasal dari lulusan Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia, dan lulusan terbaik dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Mayoritas, mereka dulunya lulusan terbaik dengan cum laud tertinggi dari kampusnya.

“Dengan bergabungnya lulusan terbaik Indonesia, anak-anak bangsa ini mampu menunjukan kalau kami mampu melahirkan inovasi terbaru di Indonesia,” ungkap Warsito.

Diungkapkan Menristek DIKTI Moh. Nasir, kementerian berkomitmen untuk terus mengawal penelitian yang dilakukan. Dengan begitu, akan ada tempat yang kondusif bagi para inovator yang tergolong sangat genius di Indonesia.

Hingga kini, Kemenristek, Menkes, dan Riset Klinik Edwar Technology ini masih menunggu hasil uji klinis Phase 3. “Uji klinis ini tidak melibatkan dua kementerian saja, tapi melibatkan persatuan dokter dari rumah sakit dan juga Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN),” ujar Nasir.

Dia berjanji, hasil dari uji phase 3 ini akan keluar dalam beberapa hari lagi. Sebab, memang sudah jadwalnya untuk hasilnya keluar.

“Sambil menunggu uji ini, alat terapi kanker ECCT ini dapat dijadikan ‘complentary/alternative treatment’. Terutama bagi para pejuang kanker yang gagal terapi, yang sudah tidak mempunyai harapan ataupun dikategorikan sebagai tindakan paliatif lainnya,”pungkasnya. (don)

Komentar Anda

comments