SMP Negeri 8 Kota Tangsel Raih Predikat Sekolah Berintegritas

oleh -
Para kepala sekolah penerima penghargaan Sekolah Berintegritas saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. (ist)
Para kepala sekolah penerima penghargaan Sekolah Berintegritas saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. (ist)
Para kepala sekolah penerima penghargaan Sekolah Berintegritas saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. (ist)

PalapaNews- SMP Negeri 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sukses meraih penghargaan Sekolah Berintegritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bersama 502 sekolah lain se-Indonesia, SMP yang berlokasi di Kecamatan Setu itu bersaing dengan 80 ribuan sekolah yang tersebar di nusantara.

Kepala SMP Negeri 8 Tangsel, Endang Koeswarini mengatakan dari 80.000 sekolah, terpilih 503 sekolah integritas. Ini dinilai untuk seluruh Indonesia untuk SMP, SMA, dan SMK. Ternyata diluar dugaan, dari 503 sekolah terpilih kembali 48 sekolah untuk ikut dalam rombongan bus menuju ruang kerja KPK.

“Dari 48 sekolah se Indonesia, Kota Tangsel terpilih dua sekolah yang mewakili yakni SMP Negeri 8 Tangsel dan SMP Santa Laurensia untuk ikut ramah tamah bertemu Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta,” ungkap Rini sapaan akrab Endang Koeswarini.

Menurutnya ini sangat membanggakan Tangsel, paling tidak Tangsel mampu mewakili sekolah se Indonesia memiliki integritas. Ditanya soal penilaian dari kementrian, Rini mengaku tidak pernah mengetahuinya, sebab kemendikbud melakukan penilaian tanpa sepengetahuan sekolah.

“Jadi faktor penilaian ini dilihat dari hasil Ujian Nasional (UN) yang dipantau oleh mereka dalam 5 tahun terakhir. SMP Negeri 8 Tangsel tidak begitu tinggi, hanya dikisaran 83 hingga 85, tapi ternyata tanpa kita sadari diluar dugaan, hasil ini dinilai oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Dari hasil nilai, kemendikbud juga melihat pola kecurangannya. Apakah sekolah atau siswa tersebut melakukan kecurangan atau tidak. Hal ini tentu dapat diketahui oleh pusat.

“Pola kecurangannya ada 2, kecurangan personal dan kecurangan jamaah atau terprogram. Ternyata sekolah kita ini tidak ada yang terprogram dan kecurangan, jadi bisa dikatakan sekolah ini adalah sekolah yang memiliki kejujuran tinggi makanya bisa mendapat penghargaan,” ungkapnya

Ia menambahkan, kejujuran itu sulit  dinilai tetapi kecurangan bisa dilakukan untuk dianalisa.

“Dan ini menjadi acuan dari bapak Anies Baswedan, bahwa kita berkewajiban mensosialisasikan keseluruh sekolah yang ada di wilayah masing-masing supaya bisa mengikuti integritas makin besar lagi,” pungkasnya. (zah)

Komentar Anda

comments