Lestarikan Budaya Lokal Lewat Beragam Kegiatan

oleh -
Kegiatan Festival Barongsai yang digelar Kantor Budpar di Taman Kota II.
Kegiatan Festival Barongsai yang digelar Kantor Budpar di Taman Kota II.
Kegiatan Festival Barongsai yang digelar Kantor Budpar di Taman Kota II.

PalapaNews- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) makin concern untuk melestarikan kearifan lokal, seperti seni budaya betawi dan lainnya. Melalui Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), digelar beragam kegiatan untuk berupaya melestarikan dan mengenalkan budaya dan seni lokal kepada masyarakat.

Seperti yang dilaksanakan di Taman Kota II, Kecamatan Setu. Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-7 Kota Tangsel, Kantor Budpar menggelar perlombaan festival barongsai dan pancak silat.

Kepala Kantor Budpar Kota Tangsel, Yanuar menjelaskan ada 15 peserta untuk lomba festival barongsai. Sedangkan untuk pencak silat, diramaikan 15 perguruan silat yang ada di kota Cerdas, Modern dan Religius ini.

“Tangsel memiliki multi etnik, ini sebagai wujud kepedulian dan kelestarian budaya yang ada di Tangsel, sehingga Budpar menggelar acara barongsai, dan pancak silat,” ungkap Yanuar.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan pada intinya terkait erat dengan bidang seni dan budaya. “Satu hal yang penting ingin saya tekankan pada kesempatan, mari kita bersama-sama melestarikan seni dan budaya yang kita miliki yang merupakan warisan berharga dari orangtua kita,” ungkap dia.

Dari sisi seni dan budaya, menurutnya Kota Tangsel memiliki keunikan tersendiri. Dari sisi ini Tangsel merupakan tempat bertemunya seni dan budaya asli betawi dengan berbagai karakter kebudayaan dan tradisi lainnya.

“Keunikan ini tentunya patut kita jaga, lestarikan dan kembakangkan. Ini merupakan potensi untuk lebih mendukung perkembangan dan kemajuan wilayah,” katanya.

Atraksi barongsai pada Festival Barongsai di Taman Kota II BSD. (one)
Atraksi barongsai pada Festival Barongsai di Taman Kota II BSD. (one)

Penghargaan Pelaku Senin dan Budaya

Selain mengadakan Festival Barongsai dan Pencak Silat, Pemkot Tangsel melalui Kantor Budpar pun memberikan penghargaan kepada pelaku seni dan budaya lokal. Selain itu, dilakukan pula pengukuhan Dewan Kesenian Kota Tangsel oleh Walikota Tangsel.

Pemkot Tangsel bisa membangun kerjasama dengan para pelaku seni dan budaya, dan ini telah diwujudkan dengan dilaksanakan pembangunan taman budaya oleh Pemerintah Daerah. Saat ini pemerintah pusat telah menetapkan beberapa titik menjadi cagar seni dan budaya seperti kandang Doank, Puspo Budoyo, dan Taman Baca.

“Pemkot Tangsel akan terus memberikan dorongan kepada generasi muda Tangsel untuk mengembangkan kreatifitas pada seni dan budaya,” kata Yanuar.

Ia mengaku, acara ini merupakan bentuk dari apresiasi Pemkot Tangsel kepada pelaku seni dan budaya, dan bisa mendorong generasi muda untuk berkarya. “Seni dan budaya di kota tangsel harus bisa menghasilkan generasi muda yang kreatif dan inovatif dalam seni dan budaya,” ungkapnya.

Dalam penghargaan tersebut lima kategori penilaian diumumkan, seperti Sherly Fatmarita meraih penghargaan katagori Pelaku Muda Kreatif Seni dan Budaya Kota Tangsel, untuk Katagori sanggar diraih Dhian Widyawati “Mpok Yupi”. Kategori sastrawan Ahmadun Yosi, kategori seniman diraih oleh Dik Doank, Kategori budayawan diraih oleh Radhar Panca Dahana, Kategori cagar budaya diraih TB Sos Rendra.

Kategori sanggar budaya Dhian Widyawari  dari Lengkong Wetan tidak menyangka kalau bakal menang dalam penghargaan ini. “Saya dari dulu menggeluti seni budaya betawi seperi lenong, pancak silat dan sebagainya,” ungkapnya. (adv)

Komentar Anda

comments