Pemkot Tangsel Gulirkan Beragam Program Tanggulangi HIV/AIDS

oleh -
Kepala Dinkes Tangsel, Suharno memberi sambutan dalam sebuah kegiatan. (ist)
Kepala Dinkes Tangsel, Suharno memberi sambutan dalam sebuah kegiatan. (ist)
Kepala Dinkes Tangsel, Suharno memberi sambutan dalam sebuah kegiatan. (ist)

PalapaNews- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan terus mengupayakan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Ada beragam program yang dijalankan, mengacu pada Pasal 5 Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 21 Tahun 2013 tentang Penanggulangan AIDS.

Secara umum, ada dua strategi yang dijalankan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Dua strategi itu, yakni Pelayanan dan Pencegahan. Kedua strategi ini dijalankan secara berbarengan dengan melibatkan beragam instansi, hingga masyarakat dan komunitas.

Kasi Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr Alwan mengatakan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan sudah mendeteksi 328 Orang Hidup dengan AIDS (ODHA) yang tersebar di kota itu. Saat ini, pihaknya sudah menangani 100 lebih ODHA. Mereka secara berkala mendapat pemeriksaan dan obat.

“Target kita 100 persen ODHA on ARV (Anti Retro Viral). ARV itu, merupakan obat yang harus dikonsumsi ODHA. Fungsinya, agar ODHA bisa hidup normal, tidak gampang menularkan penyakit dan dapat hidup sehat serta berdampingan dengan masyarakat lain. Hanya saja, ODHA ini harus terus mengonsumsi ARV selama hidupnya,” dr Alwan menambahkan.

Upaya lain yang dilakukan, khusus bagi penderita HIV pengguna jarum suntik, Dinas Kesehatan memiliki Pusat Terapi Rumatan Metadon di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ciputat. Bagi penyalahguna narkotika penderita HIV, diarahkan untuk mengganti jarum suntik dengan menggunakan metadon.

“Jadi, mereka tak lagi menggunakan jarum suntik. Ini untuk menghindari terjadinya penularan penyakit. Bentuk obatnya berupa sirup, sebangsa morfin. Efeknya menghilangkan sakaw dengan dosis yang sudah diatur,” tandasnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga rutin melakukan pemeriksaan terhadap wanita pekerja seks (WPS) dan waria. Secara berkala, WPS dan waria dilakukan pemeriksaan dengan cara mengambil sampling darah mereka. “Kita datangi tempat WPS dan waria mangkal, dengan mengajak instansi lain. Kita langsung periksa dan kalau memang terindikasi, langsung kita arahkan untuk pengobatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Suharno menambahkan ada sejumlah program pencegahan yang dilakukan. Seperti sosialisasi bahaya HIV/AIDS ke sekolah-sekolah dan kampus di kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini.

Melalui sosialisasi itu, kata Suharno, nantinya akan dipilih Duta HIV dari kalangan pelajar. Nantinya, mereka menjadi agen of change dan meneruskan sosialisasi ke pelajar lain, untuk menciptakan duta-duta HIV lainnya.

“Kemarin, kegiatan sosialisasi kita pusatkan di SMAN 8 Kota Tangerang Selatan. Jadi, kalau ada kegiatan sosialisasi lagi, nanti Duta HIV ini yang melakukan sosialisasi kepada teman-temannya,” Suharno menambahkan.

Masih menurut Suharno, dari kalangan mahasiswa juga sudah ada permintaan untuk membuat Radio Komunitas. Melalui media komunikasi itu, nantinya sosialisasi bisa dilakukan secara berkela dan berkelanjutan. “Yang pasti, kami berupaya terus menanggulangi dan mencegah penularan HIV/AIDS melalui beragam kegiatan,” kata dia. (adv)

Komentar Anda

comments