Depeko Tangsel Belum Rampung Survei KHL

oleh -
Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Purnama Wijaya. (one)
Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Purnama Wijaya. (one)
Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Purnama Wijaya. (one)

PalapaNews- Survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang bakal menjadi acuan Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang Selatan (Tangsel) belum rampung. Dari 60 komponen yang harus didata, hingga saat ini masih ada empat komponen yang belum disurvei.

Keempat komponen tersebut antara lain berupa, transportasi, kontrakan rumah, retribusi listrik dan air bersih. Setiap kenaikan harga masing-masing komponen tentunya perlu dicermati secara detail sebagai acuan menetapkan UMK.

“Hingga saat ini, Depeko (Dewan Pengupahan Kota) sudah enam kali melakukan survei pasar untuk menentukan upah bagi pekerja,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel, Purnama Wijaya di Serpong, Jumat (6/11/2015).

Wijaya memastikan, Depeko Tangsel bakal menggelar rapat pleno penentuan U‎pah Minimum Kota (UMK) pada 18-19 November besok. Tugas institusinya menfasilitasi kepentingan antara kedua pihak di atas.

UMK 2015 sebesar Rp2.710.000 dikalikan 11 persen angka inflasi secara nasional. Maka angka UMK di Kota Tangsel tahun depan bisa dikisaran Rp3 juta lebih. Ini telah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 tentang‎ Pengupahan.

Meski begitu, terang Purnama, rencana penetapan UMK masih tetap ditolak oleh serikat pekerja. Padahal jika melihat jumlah besarnya upah di Kota Tangsel ‎kenaikannya cukup signifikan.

“Yang memutuskan itu kan presiden, dan bukan saya yang menandatangani payung hukum dalam menetapkan masalah pengupahan,” terangnya.‎ (one)

Komentar Anda

comments