Kemenristek Dikti Non Aktifkan 243 Kampus

oleh -
Ristekdikti. (bbs)
Ristekdikti. (bbs)
Ristekdikti. (bbs)

Palapanews- Kemenristek Dikti terus memberangus kampus-kampus yang bermasalah. Ini lantaran belakangan banyak kampus teridentifikasi menyelenggarakan pembelajaran tak sesuai aturan.

Bahkan, ditemukan pula kampus yang memperjual belikan ijazah. Kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu lantaran diduga bermasalah.

Dalam situsnya, Kopertis XII mengumumkan nama-nama lengkap kampus yang dinonaktifkan tersebut. Dalam penjelasannya, Kopertis XII menyatakan kampus-kampus yang dinonaktifkan belum tentu abal-abal, tapi bisa juga kampus berizin namun melakukan pelanggaran beberapa pelanggaran.

Dalam situs resminya tertulis, adapun jenis pelanggaran kampus nonaktif adalah adanya masalah laporan akademik, masalah nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan, PDD/PJJ tanpa izin (kelas jauh), PRODI /PT tanpa izin, penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu.

Selain itu, ada juga yang bermasalah karena jumlah mahasiswa over kuota (PRODI Kesehatan/kedokteran/dll), ijasah palsu/gelar palsu, masalah sengketa/konflik internal, kasus mahasiswa, kasus dosen (misal dosen status ganda), pemindahan atau pengalihan mahasiswa tanpa izin Kopertis.

Masih dalam situs itu,  tertulis bahwa kampus yang dinyatakan nonaktif tidak boleh menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik baru. Selain itu, tidak boleh  melakukan  wisuda. Selanjutnya adalah, kampus tersebut tidak memperoleh layanan  Ditjen Dikti.

Menristek Dikti Muhammad Nasir membenarkan soal data tersebut. “Betul, yang diumumkan Kopertis sekitar 200-an lebih itu,” ujar Nasir seperti dilansir pojoksatu.id, Kamis (1/10/2015). (one)

Komentar Anda

comments