Ssst… Disebut Ada Politik Dagang Sapi di Pilkada Tangsel

oleh -
Pleno undian nomor urut paslon kepala daerah. (one)
Pleno undian nomor urut paslon kepala daerah. (one)

Palapanews- Kompromi politik alias politik dagang sapi dimungkinkan terjadi pada Pilkada Serentak 2015 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Terlebih, pasangan petahana Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie masih terlalu perkasa dibandingkan pasangan lain, Ikhsan Modjo-Li Claudia dan Arsid-Elvier.
“Sangat dimungkinkan dilakukan kompromi politik antara pasangan Ikhsan dan Arsid,” kata penggiat Pusat Studi Nusantara (Pusara) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, A Syarif, Sabtu (12/9/2015).

Analisa Syarif bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari serangan bertubi-tubi yang dilakukan tim sukses pasangan Ikhsan-Li Claudia, tak ada satu pun gempuran mengarah ke pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan dan Hanura, Arsid-Elvier.

“Ini justru memberikan ruang kepada timses Arisd-Elvier untuk bergerak melakukan sosialisasi tanpa menggubris kegaduhan politik akibat serangan tim Ikhsan-Li Claudia. Sementara timses Arsid-Elvier pun, tak pernah melakukan serangan terhadap pasangan Ikhsan-Li Claudia,” Syarif menambahkan.

Dengan asumsi itu, menurutnya sangat dimungkinkan apa yang dilakukan pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Gerindra itu tengah melakukan pembacaan dengan pihak siapa dimungkinkan politik dagang sapi.

“Makanya tim Ikhsan Modjo lebih mengandalkan permainan isu di media. Saya melihatnya justru jaringan di bawah belum bergerak.” Ini sekaligus, kata Syarif, semakin menegaskan bahwa timses Ikhsan-Li Claudia belum siap dalam hal infrastruktur, “Terlebih lagi soal logistik.”

Ia menyontohkan, pecahnya Partai Gerindra Tangsel dalam soal dukungan dengan munculnya kader akar rumput Gerindra yang membuat PAGARIN (Pasukan Garuda Dukung Airin).

Kondisi tersebut, lanjut Syarif, dari sisi infrastruktur Airin-Benyamin lebih siap. Sedangkan Ikhsan Modjo-Li Claudia dan Arsid-Elvier masih gundah gulana menyelesaikan perpecahan di internal partai pengusung. Kemudian Partai Demokrat yang masih terlihat adem ayem.

Di luar itu, ada skenario lain yang lebih besar yang ikut mewarnai Pilkada Tangsel ini, yakni persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Banten yang kemungkinan digelar 2017-2018 mendatang. Ia yakin para pihak yang ingin maju menjadi calon gubernur Banten “cawe-cawe” di Pilkada Tangsel, lantaran Tangsel menjadi tolak ukur. (zar)

Komentar Anda

comments