Ngeri, Ada Dugaan Gerakan Mendiskualifikasi Pasangan AMIN

oleh -
Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. (bbs)
Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. (bbs)

Palapanews- Juru bicara tim sukses pasangan calon Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, Ahmad Fauzi menduga ada gerakan mendiskualifikasi calon walikota-wakil walikota yang biasa disebut AMIN itu.

Pernyataan Fauzi ini, menyusul kuasa hukum paslon Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra yang melaporkan dugaan pelanggaran kampanye pasangan AMIN ke Panitia Pengawas Pilkada (Panwaskada) setempat.

“Kami menduga ada upaya-upaya itu (mendiskualifikasi paslon Airin-Ben, red),” katanya menjelaskan kepada wartawan, Jumat (11/9/2015).

Menurutnya, untuk mendiskualifikasi calon kepala daerah tidak semudah yang dibayangkan. Jika aturan yang dipakan Pasal 88 Peraturan KPU (PKPU) No 9 Tahun 2015, dijelaskan dalam aturan itu bahwa sanksi baru bisa diberikan ketika ada putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

“Artinya, ada proses hukum yang harus dilalui. Tidak semudah yang dibayangkan!” Ketua DPC PKB Tangsel ini menambahkan.

Kondisi tersebut, menurutnya tak kondusif. Maka itu, ia mengajak agar semua timses paslon menjalankan Komunike Bersama tentang Pilkada Damai, Aman dan Tertib yang telah disepakati seluruh elemen masyarakat di Tangsel.

“Semua pihak harusnya berupaya untuk menciptakan pilkada Tangsel yang aman, agar setiap warga Tangsel bisa memberikan hak politiknya,” tegas Fauzi.

Fauzi menegaskan bahwa koalisi partai pengusung paslon Airin-Ben sampai saat ini masih tetap solid, dan fokus melakukan kerja-kerja politik untuk mendulang suara untuk memenangan paslon AMIN.

“Kami yakin, dengan dukungan suara dari koalisi partai saja, pasangan Airin-Benyamin mampu mengantongi 60 persen suara. Kita fokus saja menangkan pasangan masing-masing,” kata dia. (zar/one)

Komentar Anda

comments