“Jangan Datang ke Sini, Biaya Hidup Mahal”

oleh -

pekerja pabrikPalapanews- Ini merupakan peringatan bagi warga pendatang yang berniat mencari kerja di Kota Tangerang. Ya, kaum urban harus punya skil mumpuni kalau mau bersaing mencari kerja di kota Akhlakul Karimah itu.

“Kalau pendatang tidak punya (skil) lebih baik jangan (datang ke Kota Tangerang), karena biaya hidup di sini mahal,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, Erlan Sutarlan di Tangerang, Jumat (24/7/2015).

Menurutnya, pendatang yang pindah ke Kota Tangerang tidak sebanyak seperti di Jakarta. Tiap hari biasa, rata-rata ada sekitar 50-70 orang pendatang.

Kota Tangerang yang saat ini jumlah penduduknya mencapai 1,8 juta jiwa dinilai tidak padat sehingga masih bisa menerima pendatang.

“Jadi silahkan saja kalau mau pindah ke sini, kita layani pengurusan pindahnya. Asalkan, harus punya kemampuan untuk bersaing,” katanya.

Diketahui, jumlah pendatang di Kota Tangerang minim. Hingga hari ini baru ada 50 pendatang mengurus kepindahan ke kota yang dipimpin Arief R Wismansyah itu.

“Setelah Lebaran, jumlahnya tidak terlalu banyak. Sampai hari ini, baru ada 50 pendatang yang mengurus surat pindah,” kata Erlan.

Ia mengaku, peningkatan jumlah pendatang mulai dirasakan sejak dua hari terakhir. Dari 23 sampai 24 Juli 2015, tercatat 37 pendatang mengurus surat pindah untuk mendapatkan KTP Kota Tangerang.

“Untuk warga yang mengurus kepindahan keluar Kota Tangerang pun jumlahnya cukup seimbang dengan pendatang, yakni 33 orang,” Erlan menambahkan. (nai)

Komentar Anda

comments