Marak Bahan Pangan Beracun, Pemkot Ngaku Kecolongan

oleh -
Plt Gubernur saat sidak di Pasar Modern BSD.(kie)
Plt Gubernur saat sidak di Pasar Modern BSD.(kie)

Palapanews- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dadang Raharja mengaku kecolongan dengan beredarnya bahan pangan, terutama ikan mengandung zat berbahaya di pasaran. Pasalnya, ia mengklaim rutin melakukan pengawasan.

“Kami bersama dinas terkait seperti Disperindag dan Satpol PP rutin mengecek ke pasar-pasar terkait peredaran bahan makanan,” kata Dadang menjelaskan kepada wartawan, Selasa (30/6/2015).

Pengecekkan itu, diakuinya dijadwal rutin secara berkala dengan menggunakan uji laboratorium. “Kita kerjasama dengan lab di Ciracas (Jakarta Timur). Barang yang kita ambil dari pasar, langsung dikirim ke lab untuk diuji,” tandasnya.

Untuk penganan yang mengandung zat berbahaya semacam formalin, pestisida, rhodamin dan lainnya, langsung diberi teguran tertulis kepada pedagangnya. “Itu sudah kami lakukan secara rutin,” Dadang menambahkan.

Ia juga mendukung langkah Plt Gubernur Banten Rano Karno yang mengusulkan kepada pengelola pasar untuk menyediakan laboratorium mini. Setiap bahan pangan, baik hewan, sayuran dan lainnya langsung dicek di lab tersebut sebelum dijual di pasar.

“Itu langkah bagus. Kita juga akan kerjasama dengan pengelola pasar yang ada di Tangsel,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah penganan mengandung zat kimia berbahaya dijumpai di Pasar Modern BSD, Serpong saat inspeksi mendadak, Jumat (26/6/2015) lalu.

Dari hasil sidak, makanan berupa tahu, dimsum, siomay, ikan asin, ikan basah, bakso dan cincau mengandung zat berbahaya sepert pengawet mayat atau formalin dan boraks serta rhodamin.

“Dari hasil uji lab, beberapa makanan mengandung zat berbahaya. Padahal ini tidak boleh diperdagangankan,” kata Plt Gubernur Banten, Rano Karno ditemui saat sidak. (dd/one)

Komentar Anda

comments